Cinta bisa membuat kita lupa logika.
Banyak orang tetap bertahan dalam hubungan, walaupun setiap hari diliputi rasa sakit dan tekanan emosional.
Kalau kamu sering merasa tertekan, terkekang, atau merasa terus-menerus salah tanpa sebab yang jelas, bisa jadi kamu sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Berikut lima ciri yang kerap diabaikan, padahal bisa jadi tanda bahaya:
1. Rasa Bersalah yang Terus Ditanamkan Padamu
Apapun masalahnya, kamu selalu yang diminta meminta maaf—bahkan ketika kamu tahu bukan kamu penyebabnya.
Kondisi ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan bentuk manipulasi emosional yang secara perlahan menghancurkan harga dirimu.
2. Kehidupan Pribadimu Dikendalikan Pasangan
Mulai dari menentukan apa yang kamu pakai, dengan siapa kamu boleh bergaul, hingga keputusan karier—semuanya harus melewati “izin” darinya.
Hubungan yang sehat justru mendukungmu untuk jadi versi terbaik dari diri sendiri, bukan membatasi ruang gerakmu.
3. Kamu Terus Dikritik Tapi Tak Pernah Didukung
Setiap langkah yang kamu ambil dipertanyakan dan dijatuhkan.
Alih-alih memberi semangat, ia justru terus menyalahkan dan membuatmu merasa tidak cukup baik.
Tidak ada keseimbangan antara masukan dan dorongan positif.
4. Hidupmu Dipenuhi Ketegangan dan Drama
Alih-alih merasa tenang dan bahagia, hari-harimu lebih sering dipenuhi kecemasan.
Hubungan seperti ini membuatmu terus berada dalam kondisi waspada, seolah selalu ada konflik yang siap meledak kapan saja.
5. Kamu Tidak Lagi Mengenali Dirimu Sendiri
Kamu merasa hampa dan lelah secara emosional.
Sudah lama rasanya sejak terakhir kali kamu merasa benar-benar hidup atau jadi dirimu sendiri.
Dan sekarang, kamu harus berpura-pura tersenyum agar orang lain tidak curiga ada yang salah.
Penutup:
Cinta sejati tidak akan membuatmu menderita.
Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk menjaga jarak, mencari bantuan, atau bahkan melepaskan diri.
Hubungan yang benar akan membantumu tumbuh, bukan perlahan menghapus siapa dirimu sebenarnya.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.