Iran, masih ada saja yang meragukan ?

Ditengah perang nyata Iran-Israel, masih ada yang menganggap keduanya sedang bersandiwara

Iran, masih ada saja yang meragukan ?

Jumat dini hari, 13 Juni 2025 serangkaian serangan udara Israel menargetkan sejumlah wilayah Iran, termasuk ibukota Teheran. Israel berdalih mereka manargetkan fasilitas nuklir di sejumlah kota. Dilaporakan sekitar 200 an orang meninggal akibat serangan rezim  zionis selama tiga hari termasuk sejumlah pemimpin garda revolusi dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan sejumlah misil dan rudal kearah Israel dan merusak sejumlah Gedung serta dilaporkan menewaskan 2 orang. Sementara Sebagian rudalnya ditangkis oleh Israel dibantu Amerika Serikat dan Yordania.

Aksi nyata yang dilakukan Iran nyatanya masih banyak diragukan sejumlah netizen, terutama mereka yang tidak memahami geopolitik. Mereka mengatakan bahwa permusuhan Israel-Iran hanyalah sandiwara. Mereka berdalih bahwa serangan yang dilakukan Iran hanyalah tipu-tipu karena tidak menimbulkan dampak kerusakan signifikan pada negara Zionis tersebut.

Hal tersebut tentu saja adalah hal yang sangat tidak berdasar. Iran memang pernah berkawan dengan Amerika Serikat, Israel dan negara-negara barat sepanjang kekuasaan dinasti Pahlavi. Namun sejak revolusi Islam yang menggulingkan Dinasti Pahlavi pada 1979, politik luar negeri Iran berubah. Kedubes AS dikepung kemudian ditutup sampai sekarang. Sementara Kedubes Israel diganti Kedubes Palestina. Iran kerap mendanai perjuangan Gerakan Hamas dan Jihad Islam di Gaza serta Hizbullah di Lebanon.

Para netizen yang minim literasi juga mengatakan jika Iran benar-benar memusuhi Israel, kenapa tidak langsung menyerang Israel secara besar- besaran?.ini adalah pendapat yang salah kaprah. Iran memang selama ini tidak pernah berperang secara langsung dengan Israel. Iran hanya melakukan Tindakan balasan apapun kepada pihak yang mengancam eksistensi wilayahnya. Berikut alasan mengapa Iran tidak bersedia berperang terbuka dengan Israel sehingga kerap diragukan oleh musuhnya yakni:

a.       Secara umum Iran berperang secara difensif, artinya serangan Iran sifatnya adalah balasan serangan terhadap territorial dan kedaulatannya.

b.      Iran dan Israel berjarak puluhan kilometer sehingga Iran akan kesulitan jika berperang terus menerus apalagi melewati negara sekutu Israel seperti Yordania misalnya.

c.       Jika Iran melakukan serangan terus-menerus tentu akan sia-sia karena dibelakang Isreal ada Amerika Serikat dan Yordania sebagai sekutunya sementara Iran tidak memiliki kawan.

Meski demikian apa yang dilakukan Iran masih menunjukkan Tindakan yang lebih nyata dibandingkan negara-negara Arab dan Turki yang untuk mengecam pun tidak berani.

 

sekian

 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.