Pasar modal Indonesia ditutup merah pada perdagangan Senin (8/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga anjlok 1,28% atau turun 100,5 poin ke level 7.766,84. Koreksi tajam ini terjadi tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih, yang salah satunya mengganti posisi Menteri Keuangan.
Perombakan susunan menteri yang sejatinya diharapkan membawa angin segar justru memicu kegelisahan pelaku pasar. Investor menilai adanya ketidakpastian terhadap arah kebijakan fiskal dan ekonomi ke depan, terutama setelah tokoh kunci seperti Sri Mulyani Indrawati resmi lengser dari kursi Menteri Keuangan.
-
Sentimen Reshuffle Mengguncang Pasar
Wallop reshuffle yang diumumkan Senin sore membuka reaksi negatif dari pasar. Analis Phintraco Sekuritas menyebut bahwa ketidakpastian arah kebijakan fiskal dan ekonomi menjadi alasan dominan aksi jual saat itu. -
Tekanan Beragam di Sektor Saham
Dari 451 saham yang turun, sektor perbankan menjadi korban utama. Saham seperti BBCA turun 3,75 %, BMRI 4,06 %, dan BBRI 2,50 %. Sebaliknya, saham seperti ANTM dan MDKA justru mencatat kenaikan. -
Volume Transaksi Tinggi, Aksi Jual Mendominasi
Lonjakan volume perdagangan mencapai Rp20,20 triliun, frekuensi lebih dari 2,2 juta kali. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp543,7 miliar, mencerminkan sentimen yang cepat dan kuat di pasar. -
Respon Pejabat Fiskal Baru
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan baru, menanggapi pelemahan IHSG dengan tenang. Ia mengakui bahwa pasar belum familiar dengannya, dan menekankan pentingnya stabilitas serta keyakinan investor jangka panjang. -
Prospek Pasar Menunggu Sinyal dari Pemerintah
Ekonom dari Celios menilai bahwa pasar sedang dalam fase “wait-and-see”—mengamati langkah pertama dari pemerintah baru sebelum melakukan aksi lanjutan. Apabila Pemerintahan menegaskan stabilitas kebijakan, IHSG bisa berpotensi rebound.
Reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto membawa sentimen menekan IHSG sebesar 1,28%. Reaksi pasar mencerminkan kekhawatiran terhadap arah kebijakan baru, terutama setelah pergantian tokoh penting seperti Menteri Keuangan. Untuk sementara, sinyal kebijakan yang transparan dan konsisten dari pemerintah menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor. Apakah hal ini jadi momentum bagi investor untuk masuk kembali, atau tetap menunggu kejelasan kebijakan?
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.