Kita berada di era yang mungkin sudah pernah terjadi. Dan hari ini terulang lagi. Di mana pejabat memakan dan merampas hak warga, masyarakat dan polisi saling adu domba dan bertengkar sana sini. Katanya polisi menjadi pelindung rakyat, tapi ada polisi yang kejam menindas rakyat sendiri.
Ah, saya tidak mahir membahas soal politik. Tapi, yang ingin saya sampaikan adalah kita hanya sebentar saja di sini. Kita hanya tamu di sini dan akan pulang ke kampung halaman yang sebenarnya.
Uang berjuta-juta bahkan hingga bernilai triliun yang selalu dibanggakan tak akan kita bawa pulang. Mobil mewah yang bernilai tak akan kita kendarai untuk perjalanan pulang ke kampung halaman.
Perhiasan pun demikian. Apalagi rumah mewah yang menjulang tinggi. Yang kita bangun dengan mengorbankan nyawa dan waktu. Hingga lupa hak untuk beribadah.
Ah, semu rasanya semua itu. Ujung-ujungnya yang berhadapan dengan Malaikat dalam kubur hanya tubuh yang dibalut kain putih.
Saya pernah membaca salah satu faedah surat dalam Alquran. Yaitu faedah dari surat Al Muzammil. Salah satunya adalah kerusakan manusia adalah karena dipenuhi kemewahan.
Bermegah-megahan bisa membuat kita hancur. Hati kita akan dibuat buat karenanya. Yang kecil ditindas habis-habisan karena kesombongan diri kita.
Itulah fakta yang sedang kita alami saat ini. Dikira jabatan yang tinggi akan meninggikan martabat diri. Eh, malah membuat malu dan membuat sengsara anak istri.
Dikira harta benda akan menyelamatkan saat ada masalah. Eh, malah dia menjadi persoalan hidup yang tak pernah diduga dalam pikiran.
Sunggu hidup mewah memang bukan segalanya. Kemewahan bukan ujung dari kebahagiaan. Ingin hidup mewah tapi caranya salah. Aduh, sudahlah. Ingat kita hanya tamu dan akan kembali ke rumah tempat kita berasal.
Dunia sementara akhirat selamanya.
Seharusnya kita harus tetap ingat pada sepenggal kalimat di atas itu. Tapi, yang dipraktikkan malah kebalikannya. Kita hidup seolah-olah akan hidup selamanya. Kita mengenggam dunia sesuka hati kita. Berbuat semau kita.
Ingat bahwa Tuhan tidak tidur. Segala kelakuan dilihat, segala perkataan di dengar. Jangan sampai apa yang kita miliki membuat kita menjadi orang merugi. Yang rugi dunia juga akhirat. Naudzubillah.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.