Dari sekian badai tekanan hidup hingga gempuran informasi terutama informasi digital, Generasi Z memungut self-care sebagai budaya baru bagi mereka. Mulai dari staycation yang spontan terjadi, menyusun jurnal ala estetik hingga menonton ulang serial favoritnya, semua itu diklaim sebagai bentuk healing bagi mereka. namun yang jadi pertanyaan: memangnya dari sekian bentuk healing yang disebutkan, apa benar bisa menyembuhkan? Atau hanya pelarian dari realita saja?
Self-Care Tengah Naik Daun, But Why?
Merupakan generasi yang tumbuh di era kesadaran kesehatan mental tengah tinggi tingginya, Generasi Z lebih gencar membicarakan burnout, anxiety atau bahkan depresi, dan tidak ragu untuk mencari jalan keluar sebagai "memulihkan diri". Istilah ini sering mereka sebut sebagai Self-Care Day, digital detox dan juga healing trip.
Tetapi di sisi lain, mencuat kecenderungan menjadikan Self-Care ini sebagai ajang konsumtif. Sebagai wujud mencinta diri mereka, membeli lilin aroma terapi seharga ratusan ribu, pergi liburan setiap akhir pekan, apakah semua itu benar-benar menyembuhkan mereka? Atau hanya penenang sementara saja?
Healing vs Escapism
Healing dan Escapism memiliki perbedaan utama pada niat dan juga dampaknya. Akan dikatakan Healing jika memiliki sifat berupa jangka panjang, dimulai dari proses mengenali, menerima hingga memperbaiki diri. sedangkan Escapism seumpama dengan pause button dimana kadang diperlukan namun tidak dapat menyelesaikan masalah.
Seseorang yang sedang mengalami burnout bekerja dapat memilih untuk melakukan kegiatan journaling atau mediasi sebagai memahami proses sebab akibat dari stress yang dialaminya. Ini yang dinamakan Healing. Tetapi jika pada saat burnout tersebut ia terus menerus scrolling sosial media dengan alasan rehat hingga melupakan deadline-nya, ini adalah bentuk escapism.
Media Sosial dan Tekanan "Healing"
Ironisnya, tekanan untuk melakukan healing juga bisa menjadi beban. Media sosial berisi banyak sekali konten orang lain yang terlihat 'paling waras', paling produktif dan paling mindful. Sehingga banyak Generasi Z yang justru merasa gagal jika tidak mengikuti standar healing versi internet yang mereka lihat.
Padahal, healing itu sangat personal. Tidak harus estetik, tidak harus mahal. Terkadang cukup melakukan hal-hal yang sederhana saja. Jam tidur yang cukup, mengobrol dengan teman atau bahkan sekadar berkata "tidak" untuk hal-hal yang melelahkan.
Self-Care Harus Jujur!
Self-Care itu bukan soal tren, ini tentang kejujuran dan apa yang diperlukan diri sendiri. Kita harus tau alasan dibalik setiap tindakan yang kita lakukan. Apakah untuk memulihkan atau untuk melarikan diri. Sehingga kita bisa memilih cara apa yang tepat untuk menjaga kesehatan mental kita.
Karena pada akhirnya, healing merupakan perjalanan sunyi ke dalam diri sendiri.
XO!
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.