Gula Bikin Otak Cepat Tua? Menilik Hubungan Asupan Gula dan Penuaan Otak

Menjelaskan bagaimana konsumsi gula berlebih dapat memicu proses penuaan sel-sel otak (melalui peradangan dan AGEs), memengaruhi memori dan fungsi kognitif jangka panjang.

Gula Bikin Otak Cepat Tua? Menilik Hubungan Asupan Gula dan Penuaan Otak

Gula Bikin Otak Cepat Tua? Mengupas Tuntas Hubungan Manis-manisan dan Penuaan Otak

Pernah nggak sih kepikiran, jangan-jangan kebiasaan kita mencomot manis-manisan itu ada ngaruhnya ke kondisi otak kita nanti saat usia makin matang? Pertanyaan "Apakah gula bisa bikin otak cepat tua?" ini memang sering banget muncul, apalagi di tengah makin meningkatnya kesadaran kita soal pentingnya menjaga kesehatan otak. Nah, soal hubungan antara makan gula (terutama gula yang numpang di makanan/minuman olahan) sama kesehatan otak kita tuh lagi giat-giatnya diteliti para ilmuwan. Dan, warning, ternyata ada beberapa cara gula bisa memengaruhi otak kita.

Memang benar, otak kita itu butuh banget glukosa sebagai sumber energi utama supaya bisa kerja optimal. Ibaratnya, itu bensin utamanya. Tapi, nah ini masalahnya, kalau kelebihan gula, apalagi yang banyak dari makanan dan minuman manis olahan yang sering kita jumpai, ini bisa memicu macam-macam reaksi kurang baik di tubuh kita. Reaksi-reaksi inilah yang dikhawatirkan bisa ngaruh ke kesehatan otak dalam jangka panjang.

Salah satu cara utamanya? Lewat yang namanya peradangan kronis. Bayangin aja, kalau kita makan gula berlebihan, ini kayak menyalakan 'api' kecil di dalam tubuh, termasuk di otak. Peradangan yang nggak pernah padam ini (kronis), biarpun cuma level rendah, ternyata dihubungkan sama banyak banget masalah kesehatan, termasuk penyakit-penyakit saraf yang erat kaitannya sama penuaan otak. Serem ya?

Belum selesai sampai di situ, lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis gara-gara kebanyakan gula juga ngasih efek nggak enak. Gula darah yang ugal-ugalan naik turun ini bisa bikin pasokan energi ke otak jadi nggak stabil. Bayangin, otak butuh pasokan energi konstan, tapi malah dikasih sinyal yang acak-acakan. Ini disinyalir bikin kemampuan kita buat berpikir dan mengingat menurun perlahan. Oh ya, satu lagi: kebanyakan gula bisa meningkatkan 'stres oksidatif'. Simpelnya, ini kayak ada ketidakseimbangan pasukan di tubuh; tentara jahat (radikal bebas) lebih banyak dari tentara baik (antioksidan). Nah, kalau ketidakseimbangan ini terjadi di otak, sel-selnya bisa gampang rusak.

Kalau semua 'kekacauan' tadi (peradangan, stres oksidatif, dan gula darah yang nggak karuan) dibiarkan berlarut-larut, dampaknya bisa nyentuh struktur dan cara kerja otak itu sendiri dalam jangka panjang. Beberapa studi observasional (studi yang cuma mengamati kebiasaan orang) menemukan kaitan antara kebiasaan makan gula level dewa dengan volume otak yang agak ciut di area-area yang krusial buat memori dan belajar pada orang dewasa. Memang sih, ini masih sebatas korelasi – artinya dua hal ini sering terjadi barengan, bukan berarti satu pasti menyebabkan yang lain secara tunggal. Tapi tetap saja, temuan ini jadi sinyal bahaya yang nggak bisa diremehkan.

Nah, satu hal penting yang perlu digarisbawahi: yang jadi musuh bebuyutan kita di sini itu adalah gula tambahan dalam jumlah bejibun. Bukan gula alami yang ada di buah-buahan utuh atau sumber lain sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, ya. Seperti dibilang tadi, otak memang butuh glukosa. Tapi dari mana sumbernya dan berapa banyak porsinya, itu yang krusial banget.

Jadi, kembali ke pertanyaan sejuta umat: apakah gula bikin otak cepat tua? Kalau melihat segala 'drama' yang ditimbulkan gula tambahan berlebih di dalam tubuh kita, sayangnya jawabannya cenderung 'iya, ada potensinya'. Bukti-bukti ilmiah mengisyaratkan bahwa kebiasaan mencomot gula tambahan terlalu banyak itu bisa banget ngasih PR besar buat kesehatan otak jangka panjang. Lewat mekanisme peradangan, stres oksidatif, dan gula darah yang joget nggak karuan tadi, dampaknya bisa mirip kayak proses penuaan dini pada sel-sel dan fungsi otak. Intinya, mengurangi asupan gula tambahan, dan tentunya dibarengi pola makan serta gaya hidup sehat, itu investasi paling oke buat menjaga kesehatan otak kita tetep tokcer sampai usia senja.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.