Di tengah perdebatan publik tentang tunjangan dan fasilitas pejabat di banyak negara, gaya hidup pejabat di Swedia menawarkan perspektif yang berbeda. Mereka dikenal dengan kesederhanaan dan minimnya privilese, mencerminkan budaya yang mengutamakan transparansi dan pelayanan publik. Berikut adalah tiga fakta menarik tentang kehidupan para pejabat di negara Nordik tersebut.
1. Tidak Ada Sopir dan Mobil Dinas Pribadi
Berbeda dengan pejabat di banyak negara, menteri dan anggota parlemen Swedia tidak mendapatkan fasilitas sopir pribadi atau mobil dinas. Sehari-hari, mereka menggunakan transportasi umum, seperti bus atau kereta, untuk bepergian. Kendaraan resmi hanya disediakan untuk Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, dan Ketua Parlemen, yang penggunaannya pun terbatas hanya untuk acara-acara kenegaraan. Hal ini memperlihatkan bahwa pejabat Swedia hidup layaknya warga negara biasa dan menempatkan diri setara dengan rakyat yang mereka layani.
2. Apartemen Sederhana dan Gaji Terukur
Anggota parlemen Swedia yang bertugas di ibu kota hanya difasilitasi apartemen kecil berukuran sekitar 45 meter persegi. Mereka bertanggung jawab penuh atas urusan rumah tangga, termasuk mencuci dan menyetrika pakaian, tanpa bantuan asisten rumah tangga atau petugas kebersihan. Selain itu, gaji mereka disebut-sebut tidak terlalu tinggi, hanya sekitar dua kali lipat dari gaji guru sekolah dasar. Mereka juga makan di kantin biasa dan mencuci piring sendiri, sebuah praktik yang menonjolkan budaya kesetaraan dan kerendahan hati.
3. Bekerja sebagai Pengabdian, Bukan Mengejar Kekayaan
Salah satu fakta yang paling menonjol adalah para pejabat di Swedia tidak menerima pensiun setelah masa jabatan mereka berakhir. Mereka juga tidak memiliki asisten pribadi atau sekretaris untuk mengatur jadwal harian. Menurut artikel tersebut, bekerja untuk negara dipandang sebagai sebuah tugas mulia dan kehormatan, bukan sebagai jalan untuk mencari kekayaan pribadi. Sementara mantan anggota parlemen yang tidak memiliki pekerjaan bisa menerima tunjangan selama maksimal dua tahun, politisi lokal bahkan tidak mendapatkan gaji maupun pensiun.
Gaya hidup pejabat Swedia ini mencerminkan komitmen kuat terhadap akuntabilitas publik dan prinsip bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.