Fenomena Streetwear Lokal: Apakah Bisa Kalahkan Brand Internasional?

Streetwear bukan lagi sekadar gaya berpakaian, melainkan simbol budaya anak muda. Kini, brand lokal Indonesia mulai menantang dominasi brand internasional.

Fenomena Streetwear Lokal: Apakah Bisa Kalahkan Brand Internasional?

Tren streetwear di Indonesia berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Jika dulu brand seperti Supreme, Off-White, atau BAPE mendominasi, kini banyak brand lokal yang berhasil mengambil hati pasar anak muda.

Statistik Pertumbuhan

Menurut Data Statista 2024, pasar fashion streetwear global diprediksi mencapai USD 185 miliar pada 2026. Sementara itu, laporan dari Asosiasi Pengusaha Fashion Indonesia (APFI) mencatat pertumbuhan 30% per tahun untuk brand streetwear lokal.

Brand Lokal yang Mengguncang Pasar

1. Erigo – Sukses menembus New York Fashion Week.

2. Thanksinsomnia – Identik dengan desain berani dan limited edition.

3. Dominate – Menawarkan gaya edgy yang digandrungi anak muda urban.

Perspektif Ahli

Fashion enthusiast Dian Sastro pernah menyatakan:

“Streetwear lokal sudah punya identitas kuat. Bukan lagi meniru luar, tapi membangun kultur sendiri.

Faktor yang Membuat Streetwear Lokal Dilirik

  • Harga lebih terjangkau dibanding brand internasional.
  • Desain relevan dengan kultur lokal (misalnya batik streetwear).
  • Dukungan media sosial dan influencer yang mempopulerkannya.

Infografis Rekomendasi

  • Grafik pertumbuhan brand streetwear lokal vs internasional di Indonesia.
  • Diagram preferensi Gen Z dalam memilih streetwear.
  • Timeline perjalanan Erigo dari UMKM hingga go international.

 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.