Fenomena "September Effect" Gagal Goyang Pasar Kripto RI, Transaksi Tembus Rp276 Triliun

Pasar kripto Indonesia kembali menunjukkan ketahanannya. Meski “September Effect” kerap menimbulkan kekhawatiran volatilitas di pasar global, volume transaksi kripto di tanah air...

Fenomena "September Effect" Gagal Goyang Pasar Kripto RI, Transaksi Tembus Rp276 Triliun

Fenomena “September Effect” biasanya membuat investor waspada karena dianggap membawa sentimen negatif bagi pasar keuangan. Namun, kondisi ini tampaknya tidak berlaku di industri kripto Indonesia. Data terbaru menunjukkan tren transaksi justru semakin meningkat, menandakan kuatnya minat investor terhadap aset digital.

Antony Kusuma, Vice President Indodax, menjelaskan bahwa “September Effect” lebih banyak bersifat psikologis. “Faktanya, fundamental pasar kripto di Indonesia tetap solid. Investor masih optimistis terhadap prospek jangka panjang,” ungkapnya. Pernyataan ini sejalan dengan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menilai aktivitas penempatan dan penarikan dana di exchange kripto berjalan normal sepanjang tahun.

Kinerja pasar kripto semakin terlihat dari lonjakan transaksi bulanan. Pada Juli 2025 saja, nilai transaksi melonjak hingga 62,36% dibandingkan bulan sebelumnya. Dari sisi jumlah investor, pasar kripto Indonesia kini memiliki lebih dari 16,5 juta investor, naik signifikan dari 15,85 juta pada Juni. Pertumbuhan ini sekaligus menjadikan Indonesia salah satu pasar kripto paling dinamis di kawasan Asia.

Faktor lain yang mendukung adalah meningkatnya adopsi aset digital di kalangan generasi muda. Platform perdagangan kripto yang semakin mudah diakses mendorong partisipasi investor baru, termasuk dari kota-kota kecil di luar Jawa. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kripto tidak lagi menjadi instrumen investasi niche, melainkan mulai diterima lebih luas sebagai alternatif diversifikasi portofolio.

Meski tren positif ini patut diapresiasi, OJK tetap mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam berinvestasi. Otoritas mendorong investor untuk menggunakan dana non-esensial, melakukan riset mandiri, dan menerapkan strategi diversifikasi guna meminimalkan risiko volatilitas.

Dengan catatan transaksi yang terus meningkat, pasar kripto Indonesia membuktikan diri mampu melewati periode penuh sentimen seperti September Effect. Pertanyaannya, apakah momentum ini akan berlanjut hingga akhir tahun dan melampaui rekor transaksi 2024? Pasar kripto Indonesia tampak tangguh menghadapi sentimen musiman. Lonjakan transaksi hingga Rp276 triliun menjadi bukti bahwa industri ini semakin matang dan dipercaya investor. Namun, disiplin investasi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar digital yang sangat cepat berubah.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.