Elon Musk, yang dikenal sebagai sosok futuris dan pendiri berbagai perusahaan teknologi seperti Tesla dan SpaceX, kembali menyoroti peran besar AI.
Menurutnya, utang nasional AS yang membengkak hingga $37 triliun tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional. AI, dengan kemampuannya dalam otomatisasi, analisis data skala besar, dan peningkatan efisiensi, bisa menjadi jalan keluar untuk mengurangi beban fiskal.
Ia menekankan bahwa teknologi ini mampu menggantikan banyak pekerjaan administratif, memotong biaya operasional, hingga menemukan solusi inovatif bagi pertumbuhan ekonomi.
Namun, Musk juga tidak menutup mata terhadap sisi gelap AI: penyalahgunaan, pengangguran besar-besaran, dan risiko keamanan global.
Pernyataan ini kembali memicu perdebatan mengenai bagaimana pemerintah dan sektor swasta sebaiknya mengatur serta mengimplementasikan AI, agar benar-benar bisa menjadi solusi bagi tantangan ekonomi, termasuk utang nasional AS yang kian mengkhawatirkan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.