Tidak sedikit artikel yang membahas tentang dampak gadget untuk anak-anak. Ya, gadget sudah “menguasai” anak-anak masih yang SD bahkan balita. Ketika tidak bermain gadget, mereka akan tantrum, mengamuk, menangis seperti orang yang sudah kecanduan.
Kenapa masih banyak orang tua yang memberikan anak-anak mereka gadget? Padahal sudah tahu efek sampingnya.
Karena praktis.
Sebagai contoh, ketika orang tua makan, anak-anak mereka menonton HP supaya tidak mengganggu. Ada juga anak-anak yang sedang berjalan di area Rumah sakit yang ramai dengan HP di tangan. Mereka jadi kurang aware terhadap lingkungan sekitar karena matanya sibuk dengan HP , apalagi dean jarak mata dan HP yang sangat dekat.
Dilansir dari generasimaju.co.id, ada beberapa efek samping jika si anak terlalu sering bermain HP. Berikut penjelasannya:
1. Bisa Membuat Malas
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat membuat si Kecil menjadi terlalu bergantung pada HP-nya untuk menghabiskan waktu sehari-hari. Ia akan lebih sering menatap layar HP-nya secara pasif, sambil duduk atau tiduran, daripada beraktivitas fisik seperti bermain di luar rumah atau berolahraga untuk menstimulasi perkembangannya. Kurangnya stimulasi fisik pada usia dini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan fisik dan kesehatan anak.
2. Mempengaruhi Psikologis Anak
Kadang, sebagian game ataupun tontonan yang ia akses dari HP memperlihatkan kekerasan, ucapan kasar, atau adegan yang kurang pantas untuk ditiru sehingga dapat berdampak negatif bagi perkembangan psikologis anak jika ia terus-terusan terpapar.
Nah, anak usia dini adalah peniru yang ulung. Terus-terusan menonton konten yang tidak sesuai usianya dapat memicu si kecil untuk mencoba atau meniru apa yang ia lihat. Terlebih, Anak-anak di usia dini juga belum bisa membedakan mana yang baik dan salah.
3. Menumbuhkan Kepribadian Pasif
Ketika anak terlalu sering bermain handphone, bisa jadi mereka akan cenderung memilih untuk menatap layar dan menjauh dari interaksi dengan teman sebaya dan anggota keluarganya. Sebagai akibatnya, kebiasaan ini dapat menghambat kemampuan anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi secara efektif. Apabila hal ini dibiarkan berlanjut, pengaruh negatif tersebut dapat terbawa hingga masa dewasa.
4. Postur Tubuh Buruk
Beberapa anak mungkin menghabiskan berjam-jam dalam sehari dengan posisi duduk yang membungkuk, kepala tertunduk, dan mata menatap layar gadget. Dampak dari kebiasaan ini adalah munculnya masalah seperti sakit punggung dan gangguan pada otot lainnya pada anak-anak.
5. Mata Cepat Lelah
Ketika si kecil terlalu sering dan terlalu lama menatap layar HP, matanya akan cepat kering karena ia jadi lebih jarang berkedip. Ia mungkin juga jadi lebih sering mengernyitkan mata karena pengaturan kontras cahaya pada layar HP-nya terlalu silau atau terlalu gelap. Lama kelamaan, mata yang kering dapat berpengaruh terhadap kualitas penglihatan anak itu sendiri.
Jadi, bagaimana solusinya?
Perbanyak melibat anak-anak kepada aktifitas fisik. Misalnya, menggambar, olahraga, bermain boneka, dan sebagainya. Dan yang tidak kalah penting adalah, orang tua memberikan contoh dengan tidak bermain HP ketika bersama anak. Libatkan mereka dalam kegitan positif lainnya seperti mencuci piring, memasak, bersih-bersih dan sebagainya. Selain mengalihkan pikiran anak, mereka juga terlatih untuk lebih mandiri dan sadar akan kewajiban mereka.
Peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan anak menjadi lebih baik. Orang tua tidak seharusnya "kalah" jika sang anak tantrum ketika tidak memegang HP. Mungkin akan terkesan kejam karena membiarkan mereka menangis dan meraung. Tapi, itu lebih baik daripada otak mereka terus "diracuni" oleh internet.
Sekali lagi, anak adalah peniru ulung.
Dengan contoh baik yang dilakukan secara konsisten, mereka pasti akan lebih menikmati aktifitas fisik.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.