Dibalik Bendera

Puisi “Di Balik Bendera” menggambarkan dinamika politik Indonesia—antara harapan rakyat dan praktik kekuasaan. Meskipun banyak kritik terhadap ketidaksesuaian janji dan realita, puisi...

Dibalik Bendera

Di gedung tinggi suara bergema,

Janji dilantun tiap masa.

Rakyat menunggu dengan setia,

Namun harap kadang hampa belaka.

 

Pemilu datang, janji membuncah,

Layar dipasang, spanduk merekah.

Tangan menggenggam, mulut berbicara,

Tapi siapa yang dengar saat mereka berkuasa?

 

Di lorong senyap suara dibungkam,

Rapat gelap, keputusan ditambat.

Suara rakyat jadi gema samar,

Saat uang bicara, nurani pudar.

 

Namun tak semua telah hilang asa,

Masih ada yang jujur, menjaga bangsa.

Politik bukan hanya tipu daya,

Tapi bisa jadi cahaya negara.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.