Gelombang amarah rakyat akhirnya benar-benar meledak. Jalanan kembali memerah oleh kobaran api dan teriakan massa. Seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan tewas saat kerusuhan demo, sebuah nyawa melayang hanya karena negara gagal mengurus rakyatnya dengan benar .
Tidak berhenti di situ, gedung DPRD di beberapa daerah terbakar, dijadikan pelampiasan massa yang muak pada janji kosong. Kemewahan bangunan wakil rakyat akhirnya menjadi abu, simbol betapa kepercayaan publik sudah hancur berkeping-keping.
Konsolidasi mahasiswa, pemuda, dan masyarakat kini tidak lagi sekadar slogan perjuangan. Teriakan Bubarkan DPR! menggema di jalan, lantang, kasar, dan tidak bisa ditutup dengan mikrofon atau dibungkam dengan gas air mata.
Publik menilai, DPR RI sudah terlalu sering mempermainkan rakyat. Dari kebijakan yang tak berpihak, hingga aksi tutup telinga pada jeritan masyarakat. Maka wajar saja, rakyat kini menyebut lembaga itu dengan kata yang sederhana tapi telak: goblok.
Mahasiswa menilai tragedi ojol yang tewas itu sebagai potret paling nyata dari negara yang abai. Sementara aparat sibuk mengamankan gedung, nyawa rakyat melayang seolah hanyalah statistik. “Kalau DPR cuma tahu tidur, rakyat sudah saatnya membangunkan dengan cara yang lebih keras,” ucap seorang mahasiswa di tengah aksi.
Kritik di media sosial pun menggila. Ribuan komentar bernada marah menyebut DPR hanya boneka politik tanpa nurani. Bahkan banyak yang menuntut agar sistem perwakilan rakyat dirombak total karena dianggap sudah busuk dari akar hingga pucuknya.
Demonstrasi ini adalah tamparan keras. Jika suara rakyat terus diabaikan, jangan salahkan bila jalanan menjadi mahkamah yang lebih jujur daripada gedung parlemen. Karena dalam benak rakyat kini, DPR bukan lagi rumah perwakilan, melainkan sekadar gedung megah berisi orang-orang yang lupa cara mendengar.
Pertanyaannya: sampai kapan rakyat harus sabar, sementara DPR terus menunjukkan wajah aslinya? Satu hal yang pasti: jika kepercayaan publik sudah habis, tidak ada kursi empuk atau pagar kawat berduri yang bisa menyelamatkan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.