Pemerintah Indonesia melalui Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Danantara menargetkan penyaluran dana jumbo mencapai USD 10 miliar pada tiga bulan pertama operasionalnya yang dimulai Oktober 2025. Dari total tersebut, sekitar 80 persen dialokasikan untuk investasi domestik, sementara sisanya diarahkan ke pasar global.
Langkah ini menandai gebrakan awal Danantara sebagai motor baru dalam mendorong transformasi ekonomi, memperkuat pasar keuangan, dan membuka peluang investasi strategis di dalam negeri.
Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, fokus utama dana investasi akan diarahkan pada sektor-sektor prioritas seperti:
-
Energi terbarukan untuk mendukung transisi hijau.
-
Infrastruktur digital sebagai pondasi ekonomi modern.
-
Keamanan pangan dan kesehatan, guna memperkuat ketahanan nasional.
Dengan komposisi 80% dana masuk ke dalam negeri, pemerintah berharap tercipta efek berganda (multiplier effect) pada perekonomian nasional, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas.
Meski fokus utama ada di dalam negeri, sekitar 20% dana tetap akan ditempatkan pada instrumen internasional. Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan portofolio Danantara sekaligus memperluas jaringan mitra global.
“Investasi luar negeri bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga akses teknologi, inovasi, dan kerja sama strategis yang bisa mendukung ekonomi nasional,” ungkap CIO Danantara.
Danantara resmi diluncurkan awal 2025 dengan modal awal sebesar USD 20 miliar. Kehadiran SWF ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang kompetitif.
Dengan target agresif menyalurkan USD 10 miliar di kuartal pertama operasional, Danantara ingin menunjukkan komitmen untuk bergerak cepat dan efektif.
Bagi investor, keberadaan Danantara membuka peluang baru dalam skema kerja sama strategis dengan pemerintah. Selain itu, suntikan modal besar ke sektor riil diharapkan memberi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.
Namun, sejumlah analis mengingatkan agar strategi investasi tetap dilakukan secara hati-hati, mengingat dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Langkah agresif Danantara menyalurkan USD 10 miliar dalam tiga bulan pertama dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di peta investasi global. Jika berhasil, Indonesia berpeluang mempercepat transformasi ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik sebagai tujuan investasi jangka panjang.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.