Bisakah Bayi Lahir Tanpa Otak? Fakta Medis Tentang Anencephaly

Dalam dunia medis, ada kondisi langka dan serius di mana seorang bayi terlahir tanpa sebagian besar otak dan tengkorak. Kondisi ini disebut...

Bisakah Bayi Lahir Tanpa Otak? Fakta Medis Tentang Anencephaly

Apa Itu Anencephaly?

Anencephaly adalah cacat lahir berat yang terjadi karena neural tube (tabung saraf)—cikal bakal otak dan sumsum tulang belakang—gagal menutup sempurna pada awal kehamilan (sekitar minggu ke-3 sampai ke-4).

Akibatnya, bagian penting otak seperti cerebrum (untuk berpikir, merasa, bergerak) dan cerebellum (untuk koordinasi tubuh) tidak terbentuk dengan baik. Tengkorak yang seharusnya melindungi otak juga tidak berkembang sempurna.

 

Kondisi Bayi dengan Anencephaly

  • Bayi biasanya tidak memiliki kesadaran karena otak bagian atas tidak ada.
  • Tidak bisa melihat, mendengar, atau merasakan sakit.
  • Kadang masih ada refleks sederhana (misalnya bernapas atau bergerak spontan) karena batang otak (brainstem) sebagian terbentuk.

Namun, bayi dengan kondisi ini umumnya meninggal dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah lahir. Banyak pula kehamilan dengan anencephaly yang berakhir dengan keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth).

 

Seberapa Sering Terjadi?

Anencephaly tergolong langka. Diperkirakan terjadi pada 1 dari 1.000 kehamilan, tetapi sebagian besar berakhir dengan keguguran. Angka bayi lahir hidup dengan kondisi ini sekitar 1 dari 5.000–10.000 kelahiran.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti anencephaly belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risikonya:

  • Kekurangan asam folat (vitamin B9) sebelum dan selama kehamilan.
  • Diabetes yang tidak terkontrol sebelum hamil.
  • Konsumsi obat tertentu (misalnya obat antikejang tertentu).
  • Obesitas atau faktor lingkungan.
  • Riwayat keluarga dengan kelainan tabung saraf.

 

Bagaimana Cara Mendeteksi?

Kondisi ini bisa dideteksi sejak masa kehamilan melalui:

  • USG (ultrasonografi), biasanya terlihat pada trimester pertama atau kedua.
  • Tes darah ibu (pemeriksaan alfa-fetoprotein/AFP).
  • Amniosentesis (pemeriksaan cairan ketuban) untuk mendeteksi kelainan kromosom dan perkembangan saraf.
  • Diagnosis biasanya dapat ditegakkan antara usia kehamilan 8–20 minggu.

 

Bisakah dicegah?

Kabar baiknya, risiko anencephaly dapat ditekan dengan pencegahan sederhana, yaitu:

  • Mengonsumsi asam folat 400 mikrogram (µg) setiap hari bagi wanita usia subur, dimulai minimal 1 bulan sebelum hamil dan dilanjutkan selama trimester pertama.
  • Jika sebelumnya pernah melahirkan bayi dengan kelainan tabung saraf, dosis asam folat biasanya ditingkatkan hingga 4–5 mg per hari sesuai anjuran dokter.
  • Menjaga kesehatan sebelum hamil: mengontrol diabetes, menjaga berat badan ideal, dan menghindari obat berisiko tanpa konsultasi medis.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.