Benih yang Tumbuh: Pelajaran tentang Sabar

Setiap benih butuh waktu untuk tumbuh. Begitu pula doa dan usaha kita, semuanya memerlukan kesabaran.

Benih yang Tumbuh: Pelajaran tentang Sabar

Hidup ini sejatinya penuh dengan proses. Tidak ada yang langsung berhasil dalam sekejap, sebagaimana benih yang ditanam tidak serta-merta langsung berbuah pada hari itu juga.

Seorang petani tahu, setelah menanam benih, ia harus menunggu. Ia menyiram setiap pagi, membersihkan rumput liar yang bisa menghalangi pertumbuhan, bahkan rela menanti berhari-hari tanpa melihat hasil apapun. Namun, ia percaya, benih itu sedang bekerja dalam diam, mengakar di dalam tanah sebelum akhirnya muncul sebagai tunas kecil.

Demikian pula dengan doa dan usaha kita. Kadang kita merasa sudah berdoa lama, sudah bekerja keras, tapi hasilnya belum terlihat. Saat itulah kesabaran diuji. Allah tidak pernah menolak doa hamba-Nya. Hanya saja, jawabannya bisa berupa tiga hal: segera dikabulkan, ditunda hingga waktu terbaik, atau diganti dengan yang lebih baik dari apa yang kita pinta.

Cerita sederhana:

Ani, seorang siswi SMP, menanam biji cabai di halaman rumahnya. Hari pertama hingga ketiga, tanah masih terlihat kosong. Ia mulai cemas. “Bu, kenapa cabainya tidak tumbuh?” tanyanya. Sang ibu tersenyum lembut, “Nak, benih itu butuh waktu. Ia sedang tumbuh di dalam tanah, meski kamu belum melihatnya.”

Ani hampir menyerah, bahkan ingin membuang pot kecil itu. Namun karena dorongan ibunya, ia tetap merawat dan menyirami setiap hari. Hingga pada hari ketujuh, muncul tunas hijau mungil yang membuat Ani tersenyum bahagia. Dari situlah ia belajar bahwa kesabaran tidak pernah sia-sia.

Kisah sederhana ini mirip dengan doa kita. Kadang kita menanti lama, merasa Allah tidak mendengar. Padahal, doa kita sedang bekerja di “dalam tanah” kehidupan. Saat waktunya tiba, hasilnya akan tumbuh indah, seringkali lebih baik dari yang kita bayangkan.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.