Bayangmu Tak Pernah Benar-Benar Pergi

Puisi ini menggambarkan rindu yang sunyi terhadap seseorang yang telah pergi, lewat hal-hal kecil yang kini hanya menjadi kenangan.

Bayangmu Tak Pernah Benar-Benar Pergi

Aku kembali duduk di bangku yang dulu sering kita perebutkan,

masih terasa jejak tawa kita melekat di sandaran kayunya.

Langit senja tetap memeluk warna yang sama,

hanya saja kini tak ada kamu yang menunjuk awan dan menebak bentuknya dengan riang.

Aku kehilangan arah mencari ke mana perginya hal-hal kecil yang dulu menenangkan.

Suaramu yang biasa memanggil namaku,

sentuhan dingin dari tanganmu yang menggenggam jemariku,

dan tatapanmu yang selalu mampu membuatku merasa cukup.

Ada saat di mana aku menoleh ke belakang,

berharap kamu akan tiba-tiba muncul sambil tersenyum,

mengatakan semua ini hanyalah gurauan yang kelewat batas.

Namun yang datang hanya hembusan angin yang lewat.

Dan aku harus perlahan-lahan belajar melepaskan,

sebab ada sebagian orang… yang hanya bisa hidup dalam ingatan,

bukan dalam pelukan yang nyata.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.