Bayangan dan Kehidupan: Pelajaran tentang Kejujuran

Bayangan selalu mengikuti kita ke mana pun kita pergi. Ia mengingatkan kita bahwa setiap perbuatan akan selalu ada jejaknya.

Bayangan dan Kehidupan: Pelajaran tentang Kejujuran

Pernahkah kita memperhatikan bayangan saat berjalan di bawah sinar matahari? Bayangan itu selalu ada, menempel pada kita, mengikuti setiap langkah. Kadang ia terlihat panjang, kadang pendek, kadang jelas, kadang samar. Tapi satu hal yang pasti: ia tidak pernah meninggalkan kita.

Begitu pula dengan kehidupan. Setiap tindakan kita, baik atau buruk, selalu meninggalkan jejak. Mungkin tidak terlihat sekarang, mungkin tidak langsung terasa akibatnya. Namun, seperti bayangan yang terus mengikuti, setiap perbuatan kita akan muncul kembali pada waktunya.

Bayangan juga tidak bisa berdusta. Jika kita berdiri tegak, bayangan kita pun tegak. Jika kita membungkuk, bayangan itu ikut membungkuk. Sama dengan amal kita—orang yang jujur akan memancarkan kebaikan, sedangkan orang yang berbuat curang cepat atau lambat akan terbongkar.

Cerita sederhana:

Rafi, seorang anak SMP, pernah menyontek saat ujian. Saat itu, nilainya menjadi yang tertinggi di kelas. Semua orang kagum, tapi gurunya melihat ada yang ganjil. Beberapa hari kemudian, kecurangan Rafi terbongkar. Nilai tingginya tidak lagi bermakna, justru ia merasa malu di depan teman-temannya.

Saat itulah Rafi sadar, bahwa keburukan hanya menyenangkan sesaat, tapi bayangannya akan selalu mengekor. Kecurangan tidak bisa disembunyikan selamanya, sama seperti bayangan yang selalu menampakkan bentuk aslinya.

Pelajaran dari bayangan:

1. Hidup ini ibarat cahaya dan bayangan—apa yang kita lakukan akan selalu tercermin.

2. Kejujuran mungkin terlihat sederhana, tapi ia meninggalkan bayangan yang indah dalam kehidupan.

3. Keburukan, meski ditutupi, akan tetap muncul suatu hari nanti.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.