Baterai Tanpa Casan? Inilah Teknologi Self-Charging yang Sedang Diriset Serius

Bayangkan smartphone atau smartwatch yang tidak perlu dicharge—karena mengisi daya sendiri dari gerakan atau lingkungan sekitarnya. Teknologi ini sedang dikembangkan dan sudah...

Baterai Tanpa Casan? Inilah Teknologi Self-Charging yang Sedang Diriset Serius

Bayangkan Hidup Tanpa Charger—Teknologi Ini Bisa Mengubah Semuanya

Bayangkan kamu tidak perlu lagi mengingat di mana letak charger. Ponselmu bisa menyala hanya dengan gerakan tangan, dan perangkat wearable bisa tetap aktif tanpa harus diisi ulang. Ini bukan sekadar angan-angan—teknologi ini sedang berada dalam tahap pengembangan nyata.

 

1. Apa Itu Baterai Self-Charging dan Energy Harvesting?

Teknologi energy harvesting adalah metode yang memungkinkan perangkat mengambil energi langsung dari lingkungan sekitarnya—seperti cahaya, panas tubuh, atau pergerakan fisik—dan menyimpannya dalam media penyimpan energi seperti baterai atau superkapasitor
(arXiv).

Salah satu inovasi kunci dalam bidang ini adalah triboelectric nanogenerator (TENG), sebuah sistem yang mampu memproduksi daya dengan kepadatan mencapai 313 W/m² dan efisiensi konversi berkisar antara 60 hingga 72%
(WIRED, Wikipedia, AIP Publishing).

 

2. Di Mana Teknologi Ini Dikembangkan dan Siapa yang Terlibat?

Para peneliti dari MIT dan Stanford tengah menciptakan chip ultra-hemat energi yang mengintegrasikan sistem TENG dengan unit penyimpan daya, khususnya untuk perangkat wearable dan IoT.

Perusahaan teknologi seperti Matrix Industries, Ossia, serta raksasa seperti Samsung dan Xiaomi juga sudah mengajukan paten terkait pemanfaatan energi ambient dari gelombang radio untuk produk masa depan
(WIRED).

 

3. Data Eksperimen dan Fakta Statistik

Sebuah studi oleh IEEE (University of Wisconsin) membuktikan bahwa energi dari aktivitas berjalan bisa diubah menjadi daya listrik—sekitar 0,35 watt di pergelangan kaki (saat melangkah dengan kecepatan 2 m/s atau 170 langkah per menit), 0,16 watt di pergelangan tangan, dan 10 mW di area torso
(ScienceDirect, SAGE Journals, Wiley Online Library).

Sementara itu, kain pintar berbasis TENG dengan luas 4 × 4 cm² dapat menghasilkan daya hingga 2 W/m², cukup untuk menyalakan sensor aktivitas seperti deteksi berdiri, berjalan, atau jatuh
(Cell, Wiley Online Library, MDPI).

 

4. Pandangan Ahli dan Visi Masa Depan

Peneliti dari Energy Harvesting Systems menyatakan:

“Dengan menggabungkan TENG dan sistem penyimpanan energi, kita bisa membangun perangkat wearable yang tak lagi bergantung pada sumber daya listrik eksternal.”
(ScienceDirect, IOPscience)

Sementara itu, Dr. Ken Aldren Usman dari Deakin University mengungkapkan:

“Kami berhasil merancang perangkat wearable berbasis material MXenes yang mampu mengonversi keringat manusia menjadi energi untuk menyalakan smartwatch.”
(The Guardian).

 

5. Potensi Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-Hari

  • Smartphone tak lagi membutuhkan pengisi daya konvensional.

  • Perangkat wearable dan IoT bisa beroperasi tanpa henti tanpa perlu mengganti baterai.

  • Alat medis, sensor lingkungan, dan teknologi kesehatan jadi lebih efisien dan tahan lama tanpa ketergantungan pada listrik.

 

6. Kesimpulan: Masa Depan Energi yang Mandiri

Teknologi pengisi daya otomatis berbasis energy harvesting kini bukan lagi teori. Meski masih ada tantangan teknis—seperti optimalisasi efisiensi dan ukuran perangkat—arah pengembangan ini sangat menjanjikan. Seperti yang diungkapkan oleh Cadenza Innovation:

“Baterai di masa depan bukan hanya soal sel penyimpanan, tapi soal bagaimana kita bisa memanen energi dari tubuh, alam, dan lingkungan sekitar kita.”

 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.