Awal September, Dana Asing Rp16,85 Triliun Hengkang dari Pasar Keuangan RI

Bank Indonesia (BI) melaporkan arus keluar modal asing cukup besar pada awal September 2025. Dalam periode 1–3 September 2025, investor asing tercatat...

Awal September, Dana Asing Rp16,85 Triliun Hengkang dari Pasar Keuangan RI

Data BI mengungkapkan bahwa aliran dana asing keluar terbagi dalam beberapa instrumen. Dari total Rp16,85 triliun, sekitar Rp3,87 triliun berasal dari penjualan saham, Rp7,69 triliun dari SBN, dan Rp5,29 triliun dari instrumen SRBI. Angka ini menandakan tekanan cukup signifikan di pasar keuangan dalam negeri pada pekan pertama September.

Fenomena capital outflow ini turut tercermin dari peningkatan risiko pasar. Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun naik ke 71,57 basis poin pada 5 September, mengindikasikan persepsi risiko investor global terhadap pasar Indonesia cenderung meningkat.

Kendati demikian, Bank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih terjaga. Sejumlah indikator seperti inflasi yang stabil, cadangan devisa yang kuat, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap positif diyakini mampu menahan tekanan lebih jauh.

Menariknya, meski pada awal September terjadi aliran keluar cukup besar, catatan sepanjang tahun 2025 menunjukkan investor asing masih mencatatkan net buy di pasar SBN sebesar Rp68,02 triliun. Artinya, meskipun ada volatilitas jangka pendek, kepercayaan investor jangka panjang terhadap instrumen utang pemerintah Indonesia masih relatif terjaga.

Para analis menilai faktor eksternal menjadi pendorong utama capital outflow. Ketidakpastian kebijakan moneter global, potensi kenaikan suku bunga The Fed, hingga dinamika geopolitik dunia membuat investor cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Hal ini wajar terjadi, namun bukan berarti prospek pasar Indonesia langsung tertekan dalam jangka panjang.

Arus keluar dana asing senilai Rp16,85 triliun di awal September menjadi pengingat bahwa pasar keuangan domestik masih rentan terhadap dinamika global. Namun, dengan fundamental ekonomi yang stabil, peluang untuk menjaga minat investor asing tetap terbuka lebar.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.