Arti Ngising Dalam Bahasa Jawa Indonesia

Arti Ngising Dalam Bahasa Jawa Indonesia

Arti Ngising Dalam Bahasa Jawa Indonesia

Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah di Indonesia yang kaya akan kosakata dan tingkatan penggunaan (unggah-ungguh basa). Setiap kata tidak hanya memiliki makna denotatif, tetapi juga konotasi dan konteks penggunaan yang penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman atau dianggap tidak sopan. Salah satu contoh kata yang menarik untuk dibahas adalah "ngising".

Apa Arti "Ngising"?

Secara harfiah, kata "ngising" dalam Bahasa Jawa berarti "buang air besar" atau "defekasi". Ini adalah padanan kata yang umum untuk aktivitas biologis mengeluarkan tinja dari tubuh.

"Ngising" dalam Konteks Unggah-Ungguh Basa Jawa

Inilah poin krusial dalam memahami "ngising". Dalam tingkatan bahasa Jawa, "ngising" termasuk dalam kategori bahasa ngoko. Bahasa ngoko adalah tingkatan bahasa Jawa yang paling rendah atau informal, biasanya digunakan untuk:

  • Berbicara dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda.
  • Berbicara dengan orang yang sudah sangat akrab atau memiliki hubungan setara.
  • Digunakan oleh orang tua kepada anak-anaknya.
  • Dalam konteks diri sendiri (misalnya, "Aku lagi ngising" – Saya sedang buang air besar).

Mengapa "Ngising" Dianggap Kasar atau Tidak Sopan dalam Situasi Tertentu?

Karena "ngising" adalah bahasa ngoko, penggunaannya dalam situasi yang tidak tepat dapat dianggap kasar, tidak sopan, atau kurang ajar. Anda tidak akan menggunakan kata ini kepada:

  • Orang yang lebih tua dari Anda (orang tua, kakek/nenek, guru, tokoh masyarakat).
  • Orang yang dihormati.
  • Dalam situasi formal atau resmi.
  • Kepada orang yang baru dikenal, meskipun seumuran.

Menggunakan "ngising" dalam konteks-konteks di atas bisa menimbulkan kesan bahwa Anda tidak menghormati lawan bicara, tidak tahu tata krama, atau kurang berpendidikan dalam berbahasa Jawa.

Alternatif Kata yang Lebih Halus/Sopan

Untuk menghindari kesan tidak sopan, ada beberapa alternatif kata atau frasa yang lebih halus dan sopan untuk menyatakan "buang air besar" dalam Bahasa Jawa, tergantung pada tingkatan bahasanya:

  1. "Eek" atau "Beol" ( informal/anak-anak): Meskipun masih tergolong informal, ini sering digunakan oleh anak-anak atau dalam percakapan yang sangat santai di antara teman dekat. Namun, tetap lebih baik dihindari dalam situasi yang perlu kesopanan.
  2. "Bebe" (untuk anak kecil): Kata yang lebih halus dan sering digunakan ketika berbicara tentang buang air besar pada bayi atau anak kecil.
  3. "Buang Hajat" (krama madya/umum): Ini adalah frasa yang lebih sopan dan umum digunakan. Kata "hajat" di sini merujuk pada kebutuhan biologis. Ini bisa diterima dalam banyak situasi.
  4. "Tindak Hajat" / "Ndosok" (krama alus/sangat sopan): Ini adalah ungkapan yang paling halus dan sangat sopan. "Tindak" berarti pergi, dan "ndosok" adalah bentuk krama dari "dhosok" yang berarti buang air besar. Ungkapan ini akan digunakan ketika berbicara dengan orang yang sangat dihormati atau dalam lingkungan yang sangat formal.

Contoh Penggunaan:

  • Ngoko (kasar/informal):
    • Adikku lagi ngising. (Adikku sedang buang air besar.)
    • Aku kebelet ngising. (Aku kebelet buang air besar.)
  • Lebih halus/sopan:
    • Adhik sampun buang hajat. (Adik sudah buang hajat.) - Bahasa Jawa Ngoko Alus/Krama Madya
    • Nyuwun sewu, kulo badhe tindak hajat rumiyin. (Permisi, saya mau buang hajat dulu.) - Bahasa Jawa Krama Inggil

Kesimpulan

Kata "ngising" dalam Bahasa Jawa memang berarti "buang air besar". Namun, pemahaman tentang konteks dan tingkatan bahasa (unggah-ungguh basa) sangat penting. Sebagai kata ngoko, "ngising" hanya pantas digunakan dalam situasi yang sangat informal dan akrab. Untuk menjaga kesopanan dan etika berbahasa Jawa, disarankan untuk menggunakan alternatif kata atau frasa yang lebih halus seperti "buang hajat" atau "tindak hajat" terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau dalam situasi formal. Mempelajari nuansa seperti ini adalah kunci untuk menguasai Bahasa Jawa dengan baik dan benar.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.