Aku Menginginkanmu, Tapi Bukan Lewat Paksaan

Puisi ini menggambarkan seseorang yang menyayangi dalam kesunyian, namun tetap sadar untuk tidak memaksakan perasaan. Ditujukan bagi mereka yang mencinta dengan tulus,...

Aku Menginginkanmu, Tapi Bukan Lewat Paksaan

Pernah, aku menaruh mimpi dan keinginan

pada seseorang yang bahkan tak benar-benar

menyadari kehadiranku.

Aku memang berharap kamu jadi milikku,

tapi aku tak ingin menahanmu

kalau hatimu sebenarnya ingin pergi jauh dari sini.

Aku menginginkanmu,

namun bukan dengan cara

mengecilkan diri agar kamu merasa nyaman di sisiku.

Aku berharap kamu tetap bersamaku,

tapi aku tak ingin

menyimpan semua luka sendirian,

sementara mulutku tetap memaksakan kata:

“nggak papa, aku paham, kok.”

Aku ingin bersamamu,

tapi bukan dengan menjadi tokoh cadangan

dalam cerita yang hanya aku perjuangkan sepihak.

Jika kebahagiaanmu tumbuh justru saat aku tak ada,

aku takkan memaksamu kembali.

Karena aku sadar,

rasa cinta tak bisa tumbuh subur

dalam tanah yang penuh takut dan ragu.

Aku memang ingin kamu,

tapi lebih dari itu,

aku ingin tetap waras dan utuh sebagai diriku sendiri.

Dan andai perpisahan denganmu

adalah jalan yang harus aku tempuh

untuk bisa menemukan kembali siapa diriku sebenarnya...

aku akan belajar mengikhlaskanmu,

tanpa menyimpan dendam.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.