a lonely moon

tentang bulan yang mengagumi lautan.serta kehangatan dari gadis berambut tangerine yang selalu menemaninya.

a lonely moon

ini kisah tentangku.bulan yang mengagumi lautan. ya sebut saja dia laut. karena yang kutahu sifatnya sangat misterius bak lautan yang luas dan tak pernah terjamah manusia. hari ini untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa lautan seindah itu.

aku tak pernah menyangka bahwa dari sekian banyak bintang yang mendekati rembulan ternyata yang menarik perhatianku adalah lautan yang dalam.mungkin karena dia satu satunya yang tak menggodaku,atau mungkin aku hanya penasaran oleh sikapnya yang tak acuh dengan dunia.entahlah.

yang kutahu sulit untuk memilih alasan yang tepat mengapa aku mencintainya. jika dibandingkan yang lainnya dia tidak seindah itu,jika dibanding yang lainnya dia tidak semanis itu dan tidak sebermateri itu.

untukku rembulan yang selalu mencongkak kan diri ditengah gulitanya malam mungkin menjadi suatu hal istimewa bagiku karena tertarik dengan "seorang" yang sebiasa itu.berkali kali aku meyakinkan diriku bahwa ini bukan cinta.

tapi berkali kali pula sergahanku dipatahkan oleh deru jantungku.ya, aneh. pertama kalinya dalam hidupku mencintai seorang pria.setelah apa yang terjadi kepadaku dengan cinta pertamaku.

kutanyakan pada gadis berambut tangerine. "apakah aku jatuh cinta?" dengan gelak tawa dia berkata "entah, jika hanya dengan mendengar langkah kakinya saja kau sudah bahagia,mungkin iya". aku berdoa semoga yang dia katakan salah.

namun aku yang salah ternyata bukan hanya suara kakinya. bising kendaraannya yang baru tiba sudah membuatku gelisah tak keruan.gila memang tapi entah mengapa aku merasa banyak kupu kupu berterbangan didadaku setiap bertatap mata. ya, tentu saja. akan kupastikan tentang rasa yang kumiliki. aku tidak ingin ada kekeliruan disini. ibuku tak pernah melarangku untuk memadu kasih hanya sekedar berpacaran dengan lawan jenis atau pun berkencan buta. tapi dia melarang keras agar aku tidak pernah jatuh cinta terhadap lelaki manapun. selama 20 tahun hidupku, aku tak pernah merasakan perasaan ini. entah aku harus merutuki kebodohanku karena telah melanggar perintah ibuku, atau aku harus dengan berani menunjukan pada dunia bahwa aku mencintai lautan? malam itu kupastikan perasaanku padanya tidaklah salah. tapi jauh sekali, jauh sekali didalam lubuk hatiku aku berharap bahwa itu salah. aku tak ingin merasa kecewa atau sakit hati hanya karena telah jatuh hati. untuk pertama kalinya aku mulai berbicara padanya, membicarakan hal seru sambil sesekali menatap kedalam retinanya. tak kusangkal dia memang indah. tidak! tapi sangat indah. aku mencoba menepiskan segala yang aku rasakan dengan menggelengkan kepala,  membuatnya tentu saja bertanya apakah aku baik saja? pertanyaan yang bodoh! tentu saja aku sedang tidak baik. bagaimana mungkin aku merasa baik sementara dihadapanku ada seseorang yang begitu indah?jujur saja. sebelumnya aku beberapa kali membaca buku tentang paikologi manusia, sehingga dapat kupastikan seratus persen tanpa orang lain sadari,sebenarnya aku bisa mengetahui apapun dihati mereka. entah mereka sedih,entah mereka sedang seang atau entah mereka sedang marah. namun tidak dengannya. tidak dengan sang laut. dia tenang seperti tak ada sedikitpun gelombang atau riak yang berada diatasnya. tak sedikitpun aku membaca adanya emosi didalam dirinya. terkadang kucoba untuk sekali lagi menatap keretinanya. kosong! tak ada apapun. entah aku yang tertutupi oleh cinta,atau memang dia tak ingin dibaca? aku heran, bagaimana mungkin dia mampu bersembunyi dari ku?

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.