Saat anak mulai menginjak usia remaja, banyak kekhawatiran yang menghantui para orangtua. Kekhawatiran ini biasanya muncul akibat waktu kebersamaan yang kian berkurang, anak lebih sering menghabiskan waktu dengan teman sebayanya, dan kesibukan di sekolah. Ditambah dengan perubahan anak baik secara fisik dan psikis, yang tak luput membuat orangtua
Demi mengurangi rasa khawatir tersebut, orangtua perlu untuk mengajarkan beberapa life skill yang amat berguna untuk mereka hingga masa yang akan datang. Berikut beberapa life skill yang bisa orangtua ajarkan pada anak usia remaja. Baca sampai habis, yuk!
Demi mengurangi rasa khawatir tersebut, orangtua perlu untuk mengajarkan beberapa life skill yang amat berguna untuk mereka hingga masa yang akan datang. Berikut beberapa life skill yang bisa orangtua ajarkan pada anak usia remaja. Baca sampai habis, yuk!
1. Cara Mengambil Keputusan
Bukan rahasia lagi, jika kemampuan mengambil keputusan pada anak usia remaja memang belum terasah dengan baik. Dalam hal ini, orangtua perlu untuk mengambil peran, ajarkan anak-anak cara mengambil keputusan. Orangtua bisa menjadikan pengalamannya sebagai contoh saat mengajari anak-anak cara mengambil keputusan yang baik. Jangan lupa untuk menunjukkan kelebihan dan kekürangan dalam setiap keputusan yang dipilih. Dengan begitu anak akan semakin berhati-hati dan mempertimbangkan keputusannya sebaik mugkin. orangtua juga bisa membiarkan anak mengambil keputusan yang salah di awal. Tentunya orangtua juga perlu memastikan bahwa keputusan tersebut tidak berhubungan dengan keselamatan anak. Dari kesalahan tersebut anak akan mendapatkan pengalaman yang akan menjadi pelajaran berharga baginya, cara ini juga akan membantu anak belajar mempertimbangkan konsekuensi.
2. Ajarkan anak bertanggungjawab atas kebutuhannya
Menjaga kebersihan dan kesehatan adalah life skill yang sangat berguna, bahkan akan berguna selamanya. Oleh sebab itu, orangtua harus mengajarkan life skill ini pada anak, khususnya saat mereka mulai beranjak remaja, agar mereka bisa lebih mandiri.
Mulailah dengan memberi tanggung jawab yang ringan seperti, kewajiban membersihkan kamarnya sendiri, mencuci pakaian, dan piring bekas ia pakai. Jangan lupa untuk mulai membiasakan anak dengan kebiasaan yang sehat seperti, rutin mengajak anak berolahraga dan mengajari mereka memilih makanan dan minuman yang baik.
3. Ajarkan kemampuan self defense
Di usia remaja, anak-anak mulai memiliki dunianya sendiri. Mereka mulai berteman dengan banyak orang yang mungkin tidak semua kita ketahui. Untuk itu, orangtua harus membekali anak remaja mereka dengan kemampuan self defense dan berani menolak ajakan yang tidak baik.
Di usia yang relatif muda ini pun mereka memiliki pendirian yang mudah goyah. Jadi, jangan lupa untuk menguatkan pendirian mereka dengan pondasi agama dan norma, sehingga anak tidak mudah terjerumus dalam hal-hal negatif dan pergaulan bebas. Apalagi banyak kasus kriminalitas yang terjadi dengan korban dan pelaku seorang remaja, sehingga orangtua harus ekstra dalam mendidik anak dengan life skill ini.
4. Ajarkan anak manajemen waktu
Kesibukan sekolah, bermain, hingga bersenang-senang, pasti banyak menyita waktu anak remaja. Mereka sudah memiliki kewajiban sekaligus kecenderungan menghabiskan waktu untuk kesenangan, terkadang anak sampai tak punya banyak waktu bersama orangtuanya. Untuk itu, penting mengajarkan anak cara manajemen waktu yang baik. Life skill ini akan sangat berguna bahkan sampai mereka dewasa nanti.
Salah satu kiat mengajarkan anak manajemen waktu adalah dengan membantu mereka menyusun jadwal, membuat tugas rutin, dan membuat daftar prioritas. Buat kesepakatan dengan mereka agar mereka mematuhi rencana yang mereka susun. Beri hadiah jika mereka berhasil mendisiplinkan diri dan hukuman ringan sebagai konsekuensi.
5. Manajemen keuangan yang baik
Selain waktu, masalah keuangan juga perlu kemampuan manajemen yang terlatih. Di usia remaja, anak bisa mulai diajarkan cara mengelola keuangannya sendiri. Orangtua tidak hanya perlu mengajarkan hemat dan menabung tapi juga kapan anak perlu untuk memberi, sehingga anak bisa tumbuh menjadi orang yang suka berbagi.
Cara yang cukup jitu adalah dengan memberi jatah uang saku untuk satu minggu, biarkan ia belajar mengatur keuangannya. Jika anak berhasil, orangtua bisa menambah tingkat kesulitannya menjadi 2 minggu hingga 1 bulan.
6. Cara meregulasi emosi
Saat remaja, perubahan hormon dan perkembangan fisik menjadi penyebab emosi anak lebih labil. Anak menjadi mudah marah dan mood swing. Meski normal, ada kalanya anak juga merasa tak nyaman dengan kondisi dirinya. Orangtua bisa membantu dengan mengajari anak cara mengendalikan emosinya.
Ajak anak mengelola emosi yang muncul dengan cara menjauhi penyebab emosi tersebut muncul, orangtua juga harus siap menjadi pendengar saat anak terlihat tak mampu mengendalikan emosinya, jika dirasa terlalu berlebihan, orangtua bisa meminta anak untuk mengabaikan sumber masalah. Bantu anak untuk menyelesaikan emosinya
Ajak anak mengelola emosi yang muncul dengan cara menjauhi penyebab emosi tersebut muncul, orangtua juga harus siap menjadi pendengar saat anak terlihat tak mampu mengendalikan emosinya, jika dirasa terlalu berlebihan, orangtua bisa meminta anak untuk mengabaikan sumber masalah. Bantu anak untuk menyelesaikan emosinya dan segala perasaan yang tidak menyenangkan.
Nah, itu tadi sederet life skill yang perlu orangtua ajarkan pada anak yang telah berusia remaja. Pastikan kita selalu berhati-hati saat berbicara terlebih jika anak dilanda perasaan yang kurang menyenangkan. Selalu ingat bahwa anak usia remaja mulai mengalami perubahan tidak hanya secara fisik namun juga psikis, sehingga kita perlu memahami setiap keanehan yang muncul pada diri anak tanpa menghakimi mereka, juga jangan lupa untuk selalu memberikan contoh yang baik. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.