Setiap orang sebenarnya dititipkan kebaikan dan keburukan. Tinggal bagaimana seseorang berupaya untuk mengalahkan yang lainnya, menojolkan yang satunya.
Pahami lima hal di bawah ini jika kamu ingin mengubah kebisaan buruk jadi kebiasaan baik. Simak sampai tuntas, ya.
1. Jujur sama dirimu

Sebelum kamu melangkah jauh, hal pertama yang harus kamu sadari adalah kamu harus jujur sama dirimu sendiri. Berhenti bohongi dirimu bahwa kamu tidak inginkan yang namanya perubahan. Mustahil kalau kamu hanya ingin pada situasi yang sama terus-menerus.
Ajak bicara dirimu. Bila perlu, buat dia sampai menangis. Ketika menyadari bahwa selama ini banyak waktu yang sudah terbuang percuma. Tapi tidak gunanya kamu menyesal. Segeralah beranjak. Mulai hari ambil langkah. Jangan terlalu banyak berpikir, sebab yang paling kamu butuhkan adalah action.
2. Paksa dirimu

Barang kali terlihat agak mengerikan. Tapi mau tidak mau, sjka atau tidak suka, bersedia atau tidak, kamu harus lakukan ini. Kamu harus paksakan dirimu untuk berubah. Tidak ada cara lain. Inilah cara paling ampuh untuk kamu tempuh.
Kalau kamu hanya berleha-leha, kapan kamu bisa meningkatkan levelmu? Tidak akan pernah bisa. Jadi, bagaimanapun caranya, kamu harus dorong dirimu.
Kalau kemarin kamu bangun terlambat. hari ini usahakan sekuat tenaga jangan lagi. Jangan begadangan lagi. Kamu harus ambil tindakan nyata mulai dari detik ini. Tidak ada tolerasi untuk mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Hanya ada upaya untuk membuktikan itu terjadi.
3. Biasakan dirimu

Kalau awalnya kamu paksakan dirimu, percayalah, sisanya kamu akan terbiasa. Mungkin kemarin kamu malas untuk menulis, bahkan untuk satu paragraf saja susahnya setengah mati.
Tapi tidak dengan saat ini. Kamu akan dengan senang hati menulis. Setiap hari. Tanpa henti. Tanpa absen sama sekali. Kamu terus menulis. Karena sudah terbiasa. Jadi kalau kamu luput, kamu akan merasa ada yang hilang. Ada yang kurang. Juga ada yang janggal.
Tapi untuk bisa sampai ke level itu, usahamu wajib ekstra. Tapi bukan hal yang mustahil, asalkan kamu benar-benar punya tekad yang kuat.
4. Jaga asa dan konsistensi

Ini sih yang lebih sulit. Menjaga asa dan kosistensi itu luar biasa banyak hambatannya. Entah tiba-tiba malas, tiba-tiba tidak bergairah, tiba-tiba ada saja alasan, dan lain sebagainya. Itu semua musuh yang mesti dilawan dan dikalahkan.
Tapi, kalau berhasil menjaga asa dan konsistensi, selamat, kamu jadi pemenangnya. Kamu akan menjadi pribadi yang berkualitas. Tahan banting, bermental baja, dan menjadi pribadi yang proaktif dan produktif.
Alhasil, yang tadinya kamu terbiasa menyia-nyiakan waktu, kini kamu berhasil memperoleh perubahan. Kamu jadi.sosok yang berbeda. Mampu mengubah kebiasaan buruk jadi kebiasaan baik, mampu untuk menampilkan sebuah perbedaan dengan hari yang kemarin.
5. Terus dorong dirimu

Terus dorong dirimu. Jangan pernah berhenti. Tapi bukan berarti kamu tidak butuh istirahat. Sebagai manusia biasa, sudah sepatutnya kamu perlukan itu. Tapi ingat kamu jangan sampai terlena. Kalau kamu putuskan ambil jeda sepuluh menit, maka waspada jangan sampai bablas hingga satu jam. Nanti yang rugi dirimu. Bukan orang lain.
Perlu kamu ketahui juga, dorongan yang paling utama berasal dari dalam dirimu. Bukan orang lain. Jadi, kalau kamu ingin hasilkan sebuah perbedaan signifikan dari hari kemarin, maka saat ini dorong kuat dirimu untuk wujudkan itu.
6. Nikmati prosesnya

Ini segmen paling menarik. Kalau kamu sudah bisa melewati itu semua. Sisanya kamu santai. Kamu tinggal mengecap apa yang sudah kamu usahakan selama ini.
Kamu akan bahagia. Kamu akan tersenyum. Karena kamu dapatkan apa yang semestinya menjadi hakmu. Lewat proses panjang yang tidak instan. Tapi itulah yang membuatnya tampak indah. Karena kamu penuh perjuangan dan pengorbanan.
Dengan memahami itu, maka kamu akan selalu berusaha menjaga tren positif itu. Karena untuk sampai ke titik itu, kamu bangun banyak hal. Hal yang sepadan Sehingga kamu tidak mau jatuh kembali pada kubangan kebiasaan buruk di masa lalu.
Yuk, mulai ubah pola hidupmu hari ini. Berjalanlah pada arah yang lebih baik. Meski itu perlahan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.