Black-browed albatross juga dikenal sebagai black-browed mollymawk. Mereka berada dalam famili Diomedeidae dan memiliki nama ilmiah Thalassarche melanophris. Panjang tubuhnya mencapai 80--95 sentimeter, beratnya 2,9--4,7 kilogram dan lebar kepakan sayapnya sekitar 2--2,4 meter. Dengan sayap yang luar biasa itu, mereka bisa melakukan perjalanan jauh saat mencari makan dan migrasi musiman.
Black-browed albatross dinamai dari bulu hitam di atas matanya, nampak seperti alis. Mereka mirip dengan albatross kepala abu-abu yang punya paruh berwarna gelap dan tanda gelap lebih banyak di kepalanya. Setelah tahu cirinya, tidak ada salahnya untuk tahu juga tentang fakta menarik lainnya mengenai burung ini.
1. Wilayah penyebaran black-browed albatross
Penyebaran black-browed albatross berada di bagian selatan Atlantik dan circumpolar di belahan bumi selatan. Mereka bisa melakukan perjalanan lebih jauh ke utara dengan arus dingin. Selama bulan September dan Oktober, albatross ini berkembang biak di pulau-pulau yang ada di bagian selatan Atlantik seperti Georgia Selatan, Kepulauan Falkland, South Sandwich dan Kepulauan Cape Horn.
Animalia menginformasikan bahwa black-browed albatross adalah burung laut pelagis tapi biasanya bergerak menuju pantai ketika cuaca buruk. Habitat yang dipilihnya sebagai tempat berkembang biak adalah lereng curam, rumput tussock atau permukaan tanah yang rata.
2. Menu makannya beragam
Berdasarkan informasi dari Birds in Backyards, black-browed albatross terbang di atas permukaan laut untuk mencari mangsa. Makanannya terdiri dari plankton, cumi-cumi, sotong, krustasea dan ikan. Terkadang, mereka juga mengikuti kapal untuk mencari limbah dapur dan bangkai. Untuk menunggu itu, black-browed albatross menetap di perairan dekat perahu nelayan.
3. Pola migrasi black-browed albatross
Seperti yang disebutkan sebelumnya, black-browed albatross bermigrasi saat musim dingin dan musim semi. Pergerakannya bisa sejauh ke utara di Geraldton di pantai timur dan Tropic of Capricorn di pantai timur. Akan tetapi, mereka sering terlihat di lepas pantai Tenggara daratan utama dan di sekitar Tasmania. Black-browed albatross bisa menempuh jarak 500 hingga 3.000 kilometer hanya untuk mencari makan.
4. Membentuk koloni perkembang biakan
Sumber yang sama menjelaskan bahwa black-browed albatross sebenarnya adalah burung penyendiri di lautan, kecuali saat ada sumber daya makanan yang melimpah. Mereka mencari makan di siang dan malam hari, tergantung pada spesies yang diburunya. Burung ini berkumpul saat musim kawin di koloni perkembang biakan yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 180.000 pasangan
Walaupun begitu, black-browed albatross hanya membangun wilayahnya selama musim kawin. Pasangan yang terbentuk saat musim kawin tidak akan mengizinkan individu lain masuk dalam jarak 1,5 meter dari sarangnya.
5. Bagaimana cara berkomunikasinya?
Spesies albatross satu ini sebenarnya pendiam, berbeda saat musim kawin. Ketika periode itu tiba, koloni akan mengeluarkan suara dengkuran bernada cepat. Mereka juga menghasilkan suara dengan bertepuk tangan. Pasangan kawin berkomunikasi melalui perilaku pendekatan. Selain itu, black-browed albatross juga merasa lingkungannya dengan rangsangan visual, pendengaran, sentuhan dan aroma.
6. Sistem perkawinan black-browed albatross
Sistem perkawinan black-browed albatross adalah monogami, membentuk ikatan dengan satu pasangan seumur hidupnya. Pasangan akan mekaukan Ritual pendekatan seperti memberi makan satu sama lain, saling membersihkan serta berbagai tarian yang diiringi oleh vokalisasi khas. Mereka membentuk koloni perkembang biakan, musim kawinnya terjadi di bulan September atau Oktober hingga April.
Sarang black-browed albatross terbuat dari lumpur, rerumputan, rumput laut dan guano. Betina menempatkan satu telur, masa inkubasinya berlangsung selama 71 hari. Setelah menetas, anaknya sudah bisa terbang pada 120 hari. Kedua induknya merawat anaknya hingga mandiri, biasanya mencapai dewasa reproduktif pada usia 7--9 tahun. Tapi, baru bisa kawin pada usia 11 tahun.
Black-browed albatross ternyata bisa menoleransi keberadaan spesies lain di sarangnya. Tapi, albatross lain tetap menjaga jarak sejauh satu setengah meter. Sebagai informasi tambahan, mereka juga menghasilkan minyak di perutnya yang digunakan sebagai nutrisi selama penerbangan panjang atau meludahkanya pada pemangsa.
Saat ini, black-browed albatross diklasifikasikan sebagai Least Concern dengan populasi diperkirakan 700.000 pasangan atau 1.400.000 individu dewasa. Tren populasinya mengalami peningkatan.
Sumber:
https://animalia.bio/black-browed-albatrossh
ttps://www.birdsinbackyards.net/species/Thalassarche-melanophris
Sumber gambar:
https://commons.m.wikimedia.org/w/index.php?type=image&title=Special:MediaSearch&search=Black-browed+albatross+
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.