Sering kali, kurs mata uang suatu negara menjadi salah satu tolak ukur ekonomi suatu negara. Semakin baik ekonomi suatu negara, biasanya sebagian juga ditandai dengan baiknya nilai tukar mata uangnya meskipun tidak semua seperti itu. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara teluk persia rata-rata memiliki kurs valuta asing yang baik. Kuwait contohnya negara kaya minyak di Timur Tengah ini menjadi negara dengan nilai tukar mata uangnya tertinggi, bahkan Dinar Kuwait memiliki kurs lebih baik dari Dollar Amerika Serikat (USD). Hal ini karena kestabilan ekonomi Kuwait terutama dalam kurun waktu 4 dekade terakhir. Negara- negara di benua Afrika yang memiliki kondisi Politik dan Ekonomi yang kurang stabil juga memiliki mata uang yang cukup rendah. Namun demikian ternyata bukan dari Afrika negara yang memiliki mata uang termurah, ternyata justru Rupiah Indonesia yang masuk di dalamnya. Berikut adalah 5 negara yang memiliki mata uang terendah di dunia 2025 :
1. Pound LebanonĀ
Lebanon menjadi negara yang memiliki nilai mata uang paling rendah di dunia saat ini. Nilai tukar mata uang Pound nya saat ini adalah sekitar 89.000/USD. Lebanon sebenarnya dulu adalah negara maju dan sering dijuluki sebagai "Swiss nya Timur Tengah" karena kestabilan ekonomi dan keindahan alamnya. Sayang perang saudara yang berkepanjangan (1975-1990) membuat ekonomi negara tersebut hancur lebur. Kerusakan infrastruktur menghancurkan ekonomi negara tersebut yang dibangun dengan susah payah. Hutang luar negeri untuk memperbaiki ekonomi negara pasca perang membawa sisi negatif terhadap ekonomi negara. Pasca perang pun Lebanon, ekonomi Lebanon juga belum sepenuhnya pulih. Keberadaan negara tersebut yang berbatasan dengan Israel dan Suriah sering membuat Negara ini terseret atau sasaran militer Israel.
2. Rial Iran
Iran sejatinya termasuk negara yang kaya minyak bumi dan gas alam yang seharusnya membuat ekonomi negara ini maju. Namun sejak Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan monarki pro barat, rezim baru Iran mengambil sikap anti barat dan menentang pengaruh Amerika Serikat. Akibatnya beragam sanksi dijatuhkan Amerika Serikat dan negara barat kepada Iran sejak perang Iran-Irak (1980-1988) hingga sekarang. Bahkan hingga kini Iran masih dicap negara sponsor terorisme hingga sekarang oleh AS. Tekanan Embargo bertubi-tubi membuat ekonomi Iran anjlok yang mengakibatkan mata uangnya jatuh. Nilainya saat ini berkisar 42.000/USD. Hal kini karena Iran kesulitan menjual minyaknya akibat tekanan AS. Hanya sedikit negara yang mau bertransaksi dengan Iran seperti Rusia, China dan Korea Utara.
3. Dong Vietnam
Vietnam yang merupakan negara yang terletak di semenanjung Indocina juga memiliki nilai mata uang yang rendah. Mata Uang Dong saat ini bernilai sekitar 26.000/USD. Vietnam yang berada dibawah kekuasaan Komunis dan pernah dilanda perang pada tahun 60-an membuat negara ini kesulitan memperbaiki ekonominya. Sistem Ekonomi yang diterapkan di negara komunis sifatnya adalah sentralisasi membuat swasta tidak berkembang turut memperburuk ekonomi negara ini.
4. New Kip Laos
Sama seperti Vietnam, Laos juga jatuh ketangan Komunis pada 1975. Pengaruh komunis yang ada di Semenanjung Indocina sejak itu membuat ekonomi negara di kawasan ini terdampak. Salah satunya adalah Laos. Mata Uang New Kip milik negara ini diharga sekitar 21.000/USD. Problematika ekonomi yang terjadi juga serupa dengan Vietnam dan Kamboja
5. Rupiah Indonesia
Indonesia masuk dalam daftar sebagai negara dengan mata uang terendah. Selama ini banyak masyarakat kita yang mengira bahwa ekonomi kita lebih baik dari negara-negara di Afrika. Namun ternyata mata uang rupiah menjadi salah satu indikator ekonomi Indonesia. Sejak krisis Ekonomi yang melanda Asia pada 1997, kondisi Rupiah tidak kunjung membaik dan saat ini kurs Rupiah berkisar pada angka 16.000/USD. Hal tersebut dipengaruhi oleh beragam faktor karena besarnya inflasi, kurang menariknya Indonesia dimata investor dan hutang luar negeri yang tidak dapat ditekan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.