When Life Gives You Tangerine adalah drama korea terbaru yang dirilis di platform Netflix sejak 7 Maret 2025. Drama ini mendapuk aktor dan aktris kenamaan Negeri Ginseng yakni, Park Bo-gum sebagai Yang Gwan-sik dan IU sebagai Ae Sun. Adu kemistri antara dua publik figur ini cukup sukses menghibur penggemar berkat akting keduanya yang totalitas.
Selain karena aktingnya, jalan cerita dari drama bergenre romansa ini juga cukup menarik untuk diikuti. Drama yang mengangkat tema kehidupan setelah pernikahan ini tidak hanya menyuguhkan kisah cinta yang manis, tapi juga realita yang tidak terungkapkan oleh kebanyakan pasangan yang sudah menikah. Berikut lima nasihat yang bisa kita ambil dari drama When Life Gives You Tangerine. Simak tulisan ini sampai selesai, yuk!
1. Tidak ada pernikahan yang sempurna
Di drama When Life Gives You Tangerine, kita bisa melihat berbagai ujian dalam pernikahan pada masing-masing karakternya. Karakter utama dalam drama ini yakni Yang Gwan-sik dan Ae Sun, seolah membukakan tabir bagi kita semua yang hendak menikah. Ekspektasi yang tinggi pada kehidupan berumah tangga sebaiknya dikendalikan mulai saat ini.
Setelah menikah, pasangan kita lambat laun akan berubah, dan kita tidak bisa memastikan perubahan itu adalah perubah yang baik atau sebaliknya. Hal ini di luar kendali kita, meski kita adalah pasangannya. Kita tidak pasti mendapatkan pria seperti Yang Gwan-sik dan wanita seperti Ae Sun, di kehidupan nyata. Meski begitu, kita masih bisa mengusahakannya, jadi, naikkan standar kriteria pasangan sesuka hati tapi turunkan ekspektasi kita membumi. Jika kita menginginkan kebahagiaan, maka menikah dan berumah tangga bukanlah jawabannya. Jadi, pastikan kita siap dengan segala suka duka yang akan muncul mewarnai, ya!
2. Siap membela untuk satu sama lain
Yang Gwan Sik baru saja mendapatkan julukan sebagai suami green flags oleh netizen. Adegan saat ia terjun dari kapal dan berenang demi menemui Ae Sun menjadi adegan yang ikonik sekaligus membuat hati terharu. Tidak jauh berbeda, karakter Ae Sun juga sigap untuk membela sang suami saat ia diperlakukan tidak adil olek nelayan yang lain.
Dari sekian banyak adegan di drama ini, kita bisa menarik konklusi bahwa, rumah tangga membutuhkan pasangan yang kompak. Pasangan yang saling ada untuk satu sama lain, menjadikan kehidupan berumah tangga yang sulit menjadi mudah. Dalam sebuah hubungan, kita tidak bisa hanya menjadi pihak yang selalu menerima cinta tapi juga pihak yang siap memberikan cinta, yang sama besarnya. Begitulah cara kehidupan berumah tangga yang ideal bekerja.
3. Memenuhi tangki cinta istri itu wajib
Selain dua poin di atas, kita pasti sepakat bahwa, cara Yang Gwan Sik memerlakukan istrinya patut diacungi jempol. Ia pasang badan sebagai seorang suami dan ayah yang baik untuk keluarganya. Yang Gwan Sik bahkan siap diandalkan jika sang istri diperlakukan tidak adil oleh ibu dan neneknya. Wataknya jauh berbeda dengan sang ayah yang tidak pernah membela ibunya, sang ayah di drama ini hanya membela neneknya.
Perbedaan watak ini memberikan kita contoh nyata, bagaimana kontrasnya cara pengasuhan ibu Gwan-sik dan Ae Sun. Ibu Gwan-sik cenderung toksik pada menantunya, sedangkan Ae Sun bisa fokus dan menjadi support system untuk anaknya. Memenuhi tangki cinta istri memang berpengaruh besar pada cara mereka mengasuh dan mengurus segala kepenting dalam rumah tangga. Jika tangki cinta itu kosong, rumah tangga yang harmoni akan jadi sebatas mimpi.
4. Pernikahan tidak selalu mengerikan
Kita pasti tidak asing dengan kalimat yang sempat ramai akhir-akhir ini bahwa, pernikahan itu mengerikan. Padahal, pernikahan tidak selalu mengerikan asal kita bersama orang yang tepat. Standar kita soal orang yang tepat itu pasti beragam bagi setiap orang.
Jika standar orang yang tepat adalah yang bagus secara finansial, maka itu tidak berlaku pada drama When Life Gives You Tangerine. Dua karakter utama di drama ini berlatar belakang keluarga yang tidak mampu. Mengapa pernikahan mereka justru mendapat julukan pernikahan yang harmonis dari penonton? Hal ini jelas karena keduanya menjadi pasangan yang siap ada untuk satu sama lain. Pernikahan itu mengerikan jika setelah berumah tangga kita tetap merasa sendirian.
5. Tidak ragu menunjukkan cinta meski tak lagi muda
Jatuh cinta itu mudah, yang sulit adalah mempertahankannya. Bagaimana cara kita untuk jatuh cinta pada orang yang sama setiap hari sampai selamanya? Cinta itu perlu dirawat dan dipelihara, jangan ragu menunjukkan cinta agar kehidupan asmara setelah menikah tidak kehilangan percikannya. Di drama When Life Gives You Tangerine, kita akan menyaksikan alur drama yang maju-mundur.
Kisah cinta bertumbuh dengan baik di rumah tangga Yang Gwan Sik dan Ae Sun, bahkan setelah mereka mulai menua. Cinta keduanya tetap membara seperti kisah cinta pasangan muda. Hal ini tidak lepas dari usaha keduanya yang tidak ragu untuk menunjukkan cintanya. Sama seperti dua karakter yang tengah mencuri perhatian ini, kita pun harus berani menunjukkan cinta pada pasangan kita demi memelihara cinta yang ada.
Itulah beberapa pesan positif tentang kehidupan setelah menikah, yang bisa kita petik dari drama When Life Gives You Tangerine. Drama ini masih on going dan bisa kamu saksikan di Netflix setiap hari Jumat. Penasaran sama drama ini? Jangan lupa menantikan episode terbarunya minggu depan, ya!
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.