Musim hujan sering membawa hawa sejuk yang menyenangkan, tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan di dalam rumah. Kelembapan tinggi, udara pengap, hingga pertumbuhan jamur adalah beberapa faktor yang bisa membuatmu dan keluarga mudah terserang penyakit. Karena itu, menjaga rumah tetap sehat selama musim hujan menjadi hal yang sangat penting.
Berikut 5 kunci rumah sehat yang bisa kamu terapkan agar hunian tetap nyaman, bersih, dan aman bagi kesehatan.
1. Maksimalkan Sirkulasi Udara
Kunci utama rumah sehat di musim hujan adalah memastikan udara tetap bergerak. Banyak rumah menjadi lembap karena kurang ventilasi, dan kondisi ini bisa memicu jamur serta bakteri.
Tipsnya:
-
Buka jendela pada waktu-waktu kering, meski hanya sebentar.
-
Pasang exhaust fan di area rawan lembap seperti kamar mandi atau dapur.
-
Jika memungkinkan, buat ventilasi silang untuk memperlancar aliran udara.
Dengan aliran udara yang baik, kelembapan bisa berkurang dan risiko masalah pernapasan pun lebih kecil.
2. Pastikan Kebersihan Rumah Terjaga
Musim hujan sering membuat lantai lebih cepat kotor karena cipratan air dan lumpur. Area lembap yang kotor dapat menjadi sarang jamur, tungau, atau bakteri.
Yang bisa kamu lakukan:
-
Bersihkan lantai lebih sering dari biasanya.
-
Keringkan permukaan yang basah secepat mungkin.
-
Gunakan disinfektan ringan di area yang sering disentuh.
Kebersihan yang terjaga akan membantu kamu mencegah iritasi kulit, alergi, hingga penyakit saluran pernapasan.
3. Pilih Material Interior yang Anti-Lembap
Material interior sangat berpengaruh terhadap kesehatan rumah di musim hujan. Material yang mudah menyerap air berpotensi menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri.
Material yang direkomendasikan:
-
Lantai keramik, vinyl tahan air, atau granit.
-
Cat dinding anti-lembap.
-
Furnitur berbahan metal, rotan sintetis, atau plastik.
Hindari karpet tebal dan kayu solid di area yang dekat pintu atau jendela, karena mudah lembap dan lebih sulit dibersihkan.
4. Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah
Di musim hujan, udara cenderung lembap dan pengap. Kualitas udara yang buruk bisa menyebabkan batuk, alergi, atau sakit tenggorokan.
Cara menjaga kualitas udara:
-
Gunakan air purifier atau dehumidifier.
-
Letakkan tanaman indoor yang membantu menyerap kelembapan berlebih, seperti lidah mertua atau peace lily.
-
Bersihkan AC secara berkala agar fungsinya optimal.
Beberapa orang juga memastikan alat elektronik seperti purifier tetap menyala meski listrik padam, sehingga mereka mempertimbangkan faktor harga genset untuk menjaga kesehatan udara di rumah dalam kondisi tertentu.
5. Kelola Sumber Air dan Kelembapan
Air adalah musuh utama rumah sehat saat musim hujan. Kebocoran kecil, rembesan, atau genangan dapat menjadi awal dari masalah besar seperti dinding berjamur atau sarang nyamuk.
Hal-hal yang perlu kamu cek:
-
Pastikan atap dan talang air tidak bocor.
-
Pastikan kamar mandi cepat kering setelah digunakan.
-
Jangan biarkan pakaian basah menumpuk.
-
Cek rembesan di dinding atau lantai secara berkala.
Jika rumah tetap kering, risiko penyakit akibat jamur, bakteri, hingga nyamuk akan jauh berkurang.
Kesimpulan
Untuk menciptakan rumah sehat selama musim hujan, kuncinya adalah memastikan udara bergerak, menjaga kebersihan, memilih material yang tepat, mengelola kualitas udara, dan mengontrol kelembapan. Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa melindungi keluarga dari berbagai risiko penyakit sekaligus menikmati musim hujan dengan nyaman dan aman.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.