Tidur bukan cuma soal istirahat. Buat anak, tidur berkualitas adalah “vitamin gratis” yang mendukung tumbuh kembang otak, emosi, hingga daya tahan tubuh.
Tidur adalah momen tubuh dan otak anak pulih, memproses hari, dan menyiapkan energi untuk belajar & bermain keesokan harinya lagi. Jika kurang tidur, bisa muncul perilaku susah konsentrasi, emosional, hingga masalah kesehatan dalam jangka panjang.
Dokter dari American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut bahwa kualitas dan durasi tidur berdampak besar terhadap daya ingat, suasana hati, dan pertumbuhan anak.
Rekomendasi Durasi Tidur Berdasarkan Usia
Berikut ini adalah durasi tidur berdasarkan usia yang dianjurkan per 24 Jam:
- 3-5 tahun: 10-13 jam. Durasi ini termasuk tidur siang jika masih dibutuhkan, ya Moms.
- 6-12 tahun: 9-12 jam
- Anak usia di atas 12 tahun biasanya butuh sekitar 8-10 jam tidur per hari.
Masalahnya, banyak orang tua yang mengeluh, “Anakku susah banget disuruh tidur malam!”
Nah, kabar baiknya, kamu nggak perlu cara ribet. Kadang cukup dengan kebiasaan kecil yang konsisten, anak bisa tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.
5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Kamu Terapkan Mulai Malam Ini
Berikut kebiasaan sederhana yang sudah terbukti membantu anak tidur lebih cepat & lebih nyenyak:
1. Buat Ritual Malam: “Sikat Gigi – Baca Buku – Tidur”
Membacakan buku dongeng atau cerita ringan bisa jadi sinyal ke otak anak bahwa waktu tidur sudah dekat. Menurut Sleep Foundation, melakukan rutinitas tidur tiap malam, seperti snack ringan, gosok gigi, membaca dongeng, dll, secara urut & konsisten membantu anak lebih siap untuk tidur.
Tipsnya:
- Pilih cerita yang tenang, hindari judul-judul yang terlalu seru, seperti petualangan. Kamu bisa pilih cerita bertema nabi-nabi, pengenalan adab & emosi, cerita hewan menjelang tidur.
- Gunakan suara lembut, biar anak ikut rileks.
- Bonusnya, ini juga menumbuhkan minat baca sejak dini.
2. Matikan Layar Gadget ≥ 1 Jam Sebelum Tidur
Cahaya biru dari layar gadget — seperti ponsel, tablet, TV — bisa menekan hormon melatonin yang membantu anak terlelap. AAP dan Sleep Health Foundation merekomendasikan agar waktu sebelum tidur dipakai untuk aktivitas yang menenangkan, bukan menstimulasi. Alihkan si kecil dari gadget dengan aktivitas seperti main puzzle, menggambar, atau ngobrol santai.
3. Suasana Kamar yang Nyaman & Konsisten
Kamar tidur sebaiknya menjadi lingkungan yang mendukung tidur. Coba untuk mulai atur lampu redup, suhu sejuk, minim suara & rapikan mainan, jangan dibiarkan di atas kasur agar anak tidak terdistraksi. Sleep Foundation menyebut bahwa suasana kamar yang mendukung atau “sleep-friendly” akan membantu anak lebih mudah lelap.
4. Aktivitas Malam yang Menenangkan
Mandi air hangat, mendengarkan musik lembut atau suara alam (white noise), atau melakukan aktivitas ringan seperti bercerita bisa membuat tubuh dan pikiran anak lebih rileks. Rutinitas ini juga membantu transisi dari bermain atau energik ke suasana lebih tenang menjelang tidur.
5. Tidur dan Bangun di Waktu yang Sama Setiap Hari
Konsistensi waktu tidur dan bangun sangatlah penting. Bahkan pada akhir pekan, selisih waktu tidur malam sebaiknya tidak terlalu jauh agar ritme sirkadian (jam biologis) anak tetap stabil.
Bonus Tips Buat Orang Tua
- Jangan ikut tegang kalau anak belum tidur—semakin santai, anak juga lebih rileks. Biarkan anak belajar self-soothing saat mereka mengantuk.
- Berilah contoh dengan orang tua juga tidak asyik main gadget di jam tidur, agar anak melihat rutinitas yang sehat.
- Hindari memberi makanan/minuman manis atau berkafein mendekati waktu tidur.
- Beri ruang anak memilih cerita atau mainan tidurnya sendiri agar merasa lebih nyaman & punya kontrol kecil.
Bikin anak cepat tidur itu bukan hal mustahil. Kuncinya ada di kebiasaan kecil yang konsisten. Mulai dari membaca buku, mengurangi gadget, sampai menjaga suasana kamar, semuanya bisa membantu anak lebih cepat terlelap dan bangun dengan energi penuh keesokan harinya.
Ingat, tidur yang cukup adalah fondasi anak untuk belajar, bermain, dan tumbuh optimal. Yuk, coba praktikkan malam ini!
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.