Banyaknya jenis hanbook membuat wanita dan pria Korea terlihat sangat cantik dan ganteng saat memakainya. Ternyata hanbook dapat digunakan dalam semua acara di Korea Selatan. Meningkatnya popularitas KPop turut menarik minat penggemar pada budaya Korea. Banyak orang yang mulai mencoba budaya Korea, mulai dari hal sederhana seperti makanan dan gaya berpakaian. Tidak sedikit pula yang memutuskan untuk pergi ke sana agar dapat merasakannya secara langsung. Salah satu bentuk budaya Korea yang menarik bagi banyak orang adalah hanbok, pakaian tradisional negara tersebut. Hanbok ternyata memiliki makna dan sejarah yang panjang. Selain itu, pakaian ini juga memiliki jenis, bagian, dan makna yang berbeda-beda pula. Berbagai jenis memiliki makna tersendiri. Berikut akan kita kupas ya kawan.
1. Dangui (당의)
Dangui merupakan tipe hanbok yang dikenakan wanita pada masa dinasti Joseon sebagai pakaian resmi. Dangui sebenarnya adalah atasan atau jaket yang dikenakan sebagai pakaian santai oleh wanita kerajaan sekaligus pakaian resmi warga sipil biasa.Dangui yang dikenakan oleh ratu atau putri kerajaan memiliki detail emas khusus. Sementara pakaian yang dikenakan oleh wanita bangsawan terbuat dari kain yang lebih polos dan padat. Ciri khas dangui adalah bentuknya yang panjang dan adanya lengkungan pada bagian ujung pakaian, dengan dua titik sudut pakaian yang juga melengkung ke atas.
2. Jeogori (저고리
Jeogori adalah bagian dari hanbok yang dipakai baik oleh wanita maupun pria. Bagian hanbok ini adalah atasan pendek, dengan kerah segitiga dan bagian lengan yang panjang. Dulunya, jeogori terbuat dari sutra, tetapi sekarang bisa terbuat dari berbagai macam bahan kain. Jeogori pada pria terlihat lebih simpel, berukuran lebih besar dan menutupi lengan hingga tubuh bagian tengah. Pada wanita, ukurannya jauh lebih pendek karena hanya menutupi tubuh bagian atas dan lengan.
3. Gwanbok (관복)
Gwanbok adalah seragam resmi, yaitu pakaian yang dikenakan pejabat sipil dan anggota bela diri pada masa dinasti Joseon. Ciri khas dari hanbok ini adalah kerahnya yang berbentuk melingkar dan terdapat lencana (hyungbae) yang menunjukkan level jabatan pada bagian depan dan belakangnya.Ciri lain hanbok ini adalah bagian lengan yang lebar dan bagian kerah cukup panjang hingga mencapai tumit. Umumnya pakaian ini dikenakan oleh kaum pria, dan hanya sedikit untuk wanita yang ditemukan. Salah satu contoh jenis gwangbok adalah danryeong (단령). Kebanyakan danryeong memiliki warna hitam atau biru gelap.
4. Durumagi (두루마기)
Durumagi adalah jenis pakaian yang digunakan untuk menghangatkan tubuh kala musim dingin. Durumagi berbentuk seperti jeogori yang berukuran panjang dengan kerah yang lebih besar. Baik pria maupun wanita dapat mengenakannya.Karena fungsinya untuk menghangatkan tubuh, durumagi bisa dikatakan sebagai mantel yang menutupi hanbok di dalamnya. Biasanya orang-orang mengenakannya ketika akan pergi ke luar rumah.
5. Dopo (도포)
Dopo adalah pakaian luar sejenis po, yang berfungsi seperti mantel. Pakaian ini dulunya paling banyak dipakai oleh raja dan anak-anak dari keluarga bangsawan selama akhir dinasti Joseon. Dopo memiliki nilai konfusius yang kuat, karena pakaian ini kerap digunakan sehari-hari oleh orang-orang terpelajar neo-konfusianisme.Pakaian ini juga dianggap sebagai pakaian resmi, dan sering dipakai ketika melaksanakan ritual. Pejabat pengadilan juga biasanya mengenakan dopo. Raja Gojong melarang penggunaan dopo dan semua jenis po (jubah hanbok) lain yang memiliki lengan lebar dan panjang pada reformasi tahun 1894.
Jadi bagaimana kawan? Sebenarnya masih banyak jenis hanbok dan maknanya ya hanya saja disini tidak semuanya ditulis. Bagaimana kalian mau kan memakai pakaian tradisional Korea ini? Langsung aja kalo kalian ke Korea Selatan jangan lupa memakai hanbok ya biar terlihat semakin cantik dan ganteng serta terlihat seperti orang Korea asli. Hehehehe. Terimakasih. ♥
Sumber artikel :
https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/monica-gracia/tips-hanbok-korea-selatan-c1c2.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.