Sebagai orang tua baru, kamu mungkin sering mendengar cerita lucu bayi, momen imut pertama kali ketawa, atau tips parenting yang sedang viral. Tapi di balik semuanya, ada cerita yang jarang dibicarakan—misalnya, kebingungan yang tiba-tiba datang saat malam-malam panjang, atau rasa kesepian yang hadir pas liat semua orang bahagia. Realita bahwa menjadi orang tua baru tidak selalu cerah itu wajar, dan kamu tidak sendirian mengalaminya, kok.
5 Hal yang Jarang Dibahas — Tapi Kamu Perlu Tahu
1. Rasa Marah atau Pikiran yang Tidak Terduga
Banyak orang tua merasa bersalah bahkan takut mengakui kalau pernah marah tanpa alasan, atau punya pikiran yang malah bikin sedih. Tapi kenyataannya, intrusive thoughts itu lumrah dan sering terjadi—apabila muncul terus, artinya bisa jadi itu tanda kondisi yang perlu didampingi profesional.
2. Kesepian yang Tak Terucap
Meski memiliki bayi, banyak orang tua baru merasa sangat kesepian—kurang teman untuk ngobrol, atau merasa “hilang” dari lingkaran sosial.
Penelitian menyebut bahwa 80–90% ibu baru merasakan kesepian, dan ini bisa jadi pemicu depresi pasca melahirkan.
3. Mental Burnout Karena “Mental Load” yang Tidak Terlihat
Meski rumah terlihat rapi, tapi otak kamu yang nyusun jadwal vaksin, beli susu, kontrol dokter, dan tidur yang bikin pikiran kaya kapal pecah. Beban mental ini sering tak terlihat, padahal bisa jadi penyebab stres yang cukup besar.
4. Perasaan Ibu & Ayah Baru yang Terabaikan (Peran Ayah Juga Penting!)
Hampir semua orang fokus ke kesehatan mental ibu saja. Padahal, sekitar 5–10% ayah baru juga mengalami depresi, dan 5–15% mengalami kecemasan. Ini penting diketahui agar pasangan bisa saling mendukung lebih baik.
5. Stigma “Saking Bahagianya Harus Selalu Bahagia”
Media sering menampilkan momen-momen bahagia, tapi jarang cerita kalau seseorang juga bisa merasa kehilangan identitas, kehilangan kontrol atas emosinya, atau merasa tidak cukup baik menjadi orang tua. Realitanya, peran ini penuh tantangan emosional.
Kenapa Ini Penting Kamu Tahu
Meningkatkan kesadaran diri
Mengenali dan menerima perasaan sulit itu bukan tanda kelemahan, semuanya hal wajar dan normal.
Memperkuat dukungan emosional
Membuka diskusi bisa bikin kamu tahu kalau banyak orang tua lainnya merasakan hal sama.
Mengurangi risiko mental
Dengan tahu hal-hal ini normal, kita bisa berani cari bantuan saat perlu—ke teman, ke pasangan, atau profesional. Yang akhirnya bisa mengurangi resiko penyakit mental dalam diri kamu.
Kamu Lebih Kuat dari yang Kamu Pikirkan
Menjadi orang tua baru itu penuh warna dan liku-liku—ada suka, ada lelah, ada juga rasa tidak siap yang tiba-tiba datang. Tapi justru mengetahui hal-hal yang jarang dibicarakan itu bisa membantu kamu merasa lebih relate, lebih toleran terhadap rasa bersalah, dan lebih terbuka untuk minta dukungan.
Kamu tidak harus sempurna. Cukup hadir, terus belajar, dan beri ruang untuk dirimu sendiri. Karena di balik tangis dan tawa bayi, kamu juga sedang tumbuh jadi versi orang tua terbaik untuk mereka.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.