Persaingan di dunia perfilman memang sangat ketat. Tidak heran jika banyak film yang gagal di pasaran. Setiap film juga memiliki tantangan tersendiri, tak terkecuali film yang alih wahana dari versi komik atau webtoon.
Meski versi webtoon mencapai kesuksesan besar dengan jumlah pembaca jutaan, bukan jaminan film adaptasinya bisa bernasib sama. Justru sebaliknya, film yang merupakan adaptasi dari karya besar, pasti mengemban beban ekspektasi dari publik yang tinggi. Sehingga risiko kekecewaan pun semakin besar pula, jika hasil tidak sebagus apa yang didapat lewat versi komik itu sendiri.
Berikut beberapa film tanah air adaptasi dari webtoon terkenal yang justru gagal total di pasaran. Simak artikel ini sampai habis, yuk!
1. A Business Proposal
Kita pasti tidak asing dengan film yang satu ini. Selain mengadaptasi webtoon dan serial drama Korea yang terkenal, versi remake di Indonesia ini tengah menjadi sorotan belum lama ini. Film A Business Proposal versi Indonesia ini pun dikabarkan rugi besar, hal ini disebabkan karena dampak boikot pada pemeran utamanya Abidzar Al-gifari. Kegagalan film ini bisa kita lihat di laman sekelas IMDb, yang ratingnya hanya mencapai 1/10 dari 20 ribu lebih ulasan.
2. Virgo and The Sparklings
Film Indonesia adaptasi webtoon yang juga dikabarkan gagal total adalah Virgo and The Sparklings. Film ini gagal di pasaran padahal mengadaptasi webtoon yang sangat populer dan ramai peminat. Tentu kegagalan ini bukan tanpa sebab, ya. Selain karena kualitas film, penyebab film ini harus menelan pil pahit juga diperkirakan karena skandal yang menjerat pemeran utamanya, Adhisty Zara. Baru 8 hari tayang di bioskop, film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini sudah turun layar.
Banyak penonton yang memberi review Banyak penonton yang memberi komenta negatif di film ini, mulai dari isi cerita yang dihadirkan terlalu sederhana, adegan aksi yang kurang, hingga pemeran utamanya yang dianggap tidak cocok dengan imej super hero. Pencapaian jumlah penonton film superhero remaja ini pun berakhir mengecewakan. Bagaimana tidak? Jika dibandingkan dengan film pertama BCU sebelumnya yakni, Gundala, tentu film Virgo and The Sparklings patut disebut gagal total.
3. Terlalu Tampan
Sekali lagi, film dengan embel-embel adaptasi karya terkenal belum tentu sukses di pasaran. Nasib yang sama juga dirasakan oleh Film Terlalu Tampan, Film yang dibintangi oleh Ari Irham dan Nikita Willy ini gagal di pasaran dan melenceng jauh dari perkiraan penonton. Banyak penonton tanah air yang memprediksi film adaptasi webtoon bergenre komedi ini bisa menyaingi jumlah penonton film Dilan 1990.
Bukannya menyaingi, film ini justru gagal mencapai jumlah penonton yang diharapkan. Sejak awal perilisan hingga akhir penayangan, film ini hanya berhasil mencapai 300 ribu-an penonton. Penyebab kegagalan film produksi Visinema Pictures ini diperkirakan karena konflik yang dihadirkan terlalu serius untuk film bergenre komedi dan alur cerita yang mudah ditebak. Film ini dianggap gagal total jika dibandingkan dengan versi komik daringnya yang dibaca lebih dari 2 juta kali.
4. Eggnoid
Para penggemar webtoon di tahun 2015-an pasti tahu betul betapa populernya komik Eggnoid. Tidak heran jika komik daring karya Archie The Red Cat ini akhirnya diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama di tahun 2019 lalu. Sayangnya, alih-alih laris di pasaran, Eggnoid versi film ini justru mengalami nasib yang jauh berbeda dengan webtoon-nya.
Film yang dibintangi Sheila Dara dan Morgan Oey ini dikabarkan gagal di pasaran karena kualitas film yang kurang. Film Eggnoid: Cinta dan Portal Waktu, dianggap gagal karena alur cerita dan konflik yang diangkat kurang menarik, juga eksekusi film yang kurang memadai.
Hal ini cukup disayangkan, mengingat betapa suksesnya versi webtoon dari film ini. Akan tetapi, film ini terselamatkan berkat akting para pemerannya, sehingga tidak sedikit penonton yang merasa film ini lumayan berhasil menghibur.
5.Sri Asih
Film Indonesia adaptasi webtoon yang dianggap gagal selanjutnya adalah Sri Asih. Film Sri Asih dikabarkan gagal, karena tidak bisa mengulang kesuksesan film Gundala. Banyak yang berkomentar positif pada film produksi Jagat Sinema Bumilangit ini. Akan tetapi, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah tiket yang terjual. Hal ini membuat kualitas film ini dipertanyakan oleh banyak orang.
Film yang dibintangi oleh Pevita Pearce ini disebut memiliki alur yang terburu-buru. Mengangkat background karakter Alana di scene film pun membuat film ini terasa membosankan. Mengingat film ini bergenre aksi, tentu yang dianantikan adalah scene bertarung sebagaimana di versi webtoon-nya. Sayangnya, film ini dirasa masih kurang membubuhkan adegan yang dinantikan penonton itu.
Bermodalkan embel-embel adaptasi karya besar webtoon, rupanya bukan jaminan sebuah karya film bisa sukses, ya! Seperti beberapa film di atas, yang bernasib jauh berbeda dengan versi webtoon-nya. Tentu, hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi film adaptasi webtoon di masa depan, untuk bisa memperbaiki dan berinovasi, agar tidak mengulang kegagalan yang sama lagi.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.