4 Keterampilan Parenting yang Bermanfaat Besar di Dunia Kerja

Ada banyak soft skill dalam parenting yang juga dibutuhkan di dunia kerja. Dengan memiliki beberapa soft skill dalam artikel ini, produktivitas dan...

4 Keterampilan Parenting yang Bermanfaat Besar di Dunia Kerja

Menjadi orangtua adalah proses belajar yang komplex dan berkelanjutan. Di era digital seperti saat ini, mayoritas individu sudah memiliki akses yang mudah untuk belajar tentang ilmu parenting. Dalam praktiknya. meskipun tidak mudah, menjadi orangtua ternyata membuat kita mampu melatih beberapa soft skill dalam pengasuhan dengan segudang .manfaat. Tidak hanya bermanfaat dalam hal pengasuhan anak-anak tapi juga mengasuh hubungan antar sesama. Tanpa kita sadari, ilmu parenting memiliki cakupan yang lebih luas dari yang bisa kita bayangkan, lho! Berikut beberapa keterampilan parenting yang ternyata bisa bermanfaat di dunia kerja. Simak lebih lanjut, yuk! 

1. Efisiensi

Sebagai orangtua efisiensi sangat amat diperlukan. Efisiensi dalam pengasuhan membuat orangtua mampu memaksimalkan apa yang ada mulai dari tenaga, waktu, dan sumber daya dalam mengasuh anak-anak mereka. Orangtua yang memiliki kemampuan efisiensi yang baik, memungkinkan mereka untuk mengatur dengan baik skala prioritas setiap harinya.

Di dunia kerja efisiensi juga juga sangat dibutuhkan. Dengan efisiensi yang baik pekerjaan bisa selesai dengan cepat, tepat, dan efektif. Efisiensi bisa diwujudkan dengan manajemen waktu, menentukan target yang realistis, lingkungan kerja yang kondusif, dan masih banyak lagi. Bisa dikatakan praktik efisiensi di dunia kerja artinya kita harus work smarter daripada work harder. Produktivitas yang tinggi dengan waktu dan sumber daya yang lebih sedikit adalah tujuan dari efisiensi, dan ini banyak dipraktilkan oleh para orangtua tanpa kita sadari.

2. Empati

Setiap kita memiliki kemampuan empati yang berbeda-beda. Khususnya, pada individu yang sudah berstatus sebagai orangtua. Hal ini disebabkan, sejak anak mereka lahir ke dunia, empati tersebut terbentuk secara spontan dan semakin terlatih seiring bertambahnya waktu. Dewasa yang sudah menjadi orangtua memiliki keterampilan empati dalam pengasuhan, untuk memahami dan memberikan respon pada setiap emosi yang muncul dari anak mereka.

Hal ini ternyata tidak hanya bermanfaat dalam pengasuhan. Di dunia kerja kemampuan empati bermanfaat untuk bisa memahami kebutuhan dan perasaan sesama rekan kerja atau klien. Dengan memiliki empati yang tinggi, seseorang bisa menciptakan suasana di tempat kerja menjadi positif, sehingga produktivitas pun terjaga.

3. Kesabaran

Kesabaran adalah soft skill yang tidak hanya dibutuhkan dalam pengasuhan tapi juga di dunia kerja. Dalam pengasuhan kita memang dituntut memiliki kesabaran yang luar biasa menghadapi anak-anak kita. Dengan segala drama yang ada, jika kita tidak memiliki kesabaran yang baik, akan berdampak buruk pada anak, sebab anak merekam banyak hal termasuk cara orangtua melepaskan gejolak emosinya.

Hal ini juga diperlukan di dunia kerja. Kita akan menghadapi banyak tantangan, target perusahaan, hingga rekan dengan berbagai kepribadian. Meningkatkan kesabaran di lingkungan kerja sangat berdampak baik bagi perusahaan karena, kita jadi bisa menerima kritik dan saran, solidaritas antar pekerja juga terjaga, sehingga kita bisa mengelola tantangan dengan baik.

4. Kecerdasan Emosional

Selain tiga poin di atas, keterampilan yang satu ini tidak bisa diabaikan yakni, kecerdasan emosional. Sebagai orangtua, wajib untuk memiliki kecerdasan emosional yang baik karena EQ membantu orangtua untuk bisa memahami dan mengelola emosi dirinya sendiri dan anak. Hal ini penting untuk mendukung perkembangan emosional anak yang positif.

Sebagaimana kecerdasan emosional dibutuhkan di rumah, di lingkungan kerja kecerdasan emosional juga gak kalah diperlukan. Di dunia kerja, kecerdasan emosional dibutuhkan sebagaimana kecerdasan intelektual.

Ya, Kecerdasan emosional memang berperan besar pada keberhasilan kita membentuk tim yang kolaboratif dalam perusahaan. Hal ini dikarenakan, dalam berhubungan dengan rekan kerja kita mampu mengelola emosi dengan baik, berempati pada sesama, dan tahu cara memperlakukan orang lain dengan baik.

Dalam sebuah perusahaan, mendukung karyawan yang sudah berstatus sebagai sahaan, menduk orangtua nyatanya tidak ada ruginya, ya! Soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja, pada realitanya memiliki kesamaan yang cukup mendasar dengan keterampilan parenting di rumah. Dengan kemampuan yang diasah setiap hari di rumah, perusahaan tidak perlu ragu lagi dengan keterampilan karyawannya 'mengasuh' kewajiban yang mereka miliki di perusahaan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.