Sore itu kami mengunjungi engkau setelah lama tak bersua
Berjarak oleh rutinitas harian, berjibaku dalam bangunan rumah tangga
Mengais pahala ridho untuk merawat amanah yang Allah beri
Sungguh pertemuan yang dapat memantik rasa
Salam takzim tebarkan semangat di dada
Hingga engkau meminta secangkir kopi terbuat dari tangan ini
Untuk menemani ribuan kata yang terlontar dari lisan merajut kisah
Secangkir kopi di sore hari
Hangatnya mampu menjalar ke sanubari
Melihat wajah berseri dari kedua pahlawan dan guru dalam hidupku
Hingga menetes air mata disela bahagia
Bersyukurnya aku masih diberi kesempatan, untuk menggenggam pintu-pintu surgaku
Berceloteh dan mengenang masa sulit atau bahagia
Secangkir kopi di sore hari
Terselip doa untukmu pintu-pintu surgaku
Semoga bahagia senantiasa menemani engkau jalani masa yang tak lagi muda
Sayangilah mereka Ya Robb, sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil
Aamiin
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.
Sangat menyentuh puisinya
iya , keren
Matursuwun 😍🙏