Menyapih dengan Cinta

Proses penyapihan akan menjadi momen tersendiri bagi bunda, terlebih yang melakukan asi eksklusif.

Menyapih dengan Cinta

Fase menyapih pada anak menjadi tantangan tersendiri bagi bunda dan anak. Setelah sekian lama anak merasakan adanya ketergantungan kepada bunda, kemudian harus dipisah dengan menyapih. Ada luapan emosi yang susah dilukiskan tentunya di antara keduanya.

Namun, untuk kebaikan keduanya, terutama anak, fase menyapih harus dilakukan. Meski butuh perjuangan untuk bisa lepas dari ketergantungan ini. Jika lebih lama dilakukan, lebih dari 2 tahun, dari pengalaman penulis, akan berefek pada kemandirian anak. Kelak ketika di usia anak-anak akan lebih susah dilatih untuk mandiri bila dibandingkan dengan anak yang proses penyapihannya di usia 2 tahun. Meski kemandirian bisa juga didapatkan dari faktor yang lain.

Bagaimana menyapih yang menyenangkan? Bahasa yang sering kita dengar menyapih dengan cinta atau weaning with love. 

Sebelum melakukan penyapihan ada baiknya komunikasikan terlebih dahulu dengan pasangan. Karena support dari pasangan juga akan menentukan keberhasilan penyapihan. Masa menyapih terkadang membuat anak menjadi rewel, maka peran suami untuk membantu menghandle pekerjaan rumah atau menenangkan istri sangat diperlukan.

Berikutnya, ada baiknya masa penyapihan tidak langsung memutus di usia 2 tahun. Namun bisa diawali dengan mengajarkan anak untuk minum dengan gelas maupun sedotan terlebih dahulu. Lakukan juga sounding kepada anak sekitar 2-4 bulan menjelang masa penyapihan atau usia anak 2 tahun. 

Katakan pada anak, bahwa sekarang atau sebentar lagi ia anak tumbuh menjadi besar, maka sudah tidak lagi menyusu pada bunda, sebagai gantinya minum menggunakan gelas. Lakukan ini sesering mungkin. Terutama mendekati usia 2 tahun, sambil mencoba tidak memenuhi keinginannya untuk menyusu pada bunda.

Bunda juga harus mempunyai targetan terhadap fase ini. Misal pada bulan pertama masih belum berhasil, maka bulan berikutnya frekuensinya dikurangi. Bisa dengan cara memberikan aktivitas tambahan yang bisa mengalihkan keinginan anak untuk menyusu. 

Saat menyapih pastikan anak dalam kondisi sehat. Karena jika dalam kondisi sakit akan tidak kondusif.

Pemenuhan gizi pada anak juga harus diperhatikan. Hal ini supaya tumbuh kembang anak baik dan sesuai standar tumbuh kembang anak.

Proses penyapihan baiknya tidak menimbulkan trauma pada anak. Maka hindari dengan proses yang manipulatif, seperti mengoleskan obat merah atau jamu pada payudara. Bahkan dengan ancaman.

Sebaliknya tunjukan kasih sayang pada anak meski anak sudah tidak lagi menyusu pada bunda. Bisa dengan pelukan, ciuman pada kening, mengelus kepala, atau pun bentuk perhatian kasih sayang pada anak.

Sesekali pujian juga bisa diberikan pada anak. Misalnya dengan mengatakan padanya, bahwa ia hebat bisa tidur tanpa menyusu terlebih dahulu. 

Dan yang terpenting, doakan anak agar mudah melalui proses ini. Karena tidak hanya bunda yang berjuang, anak juga berjuang belajar tidak bergantung pada bunda dan siap menjadi anak yang lebih mandiri.

Begitulah bunda, kesabaran dalam proses penyapihan semoga akan berbuah manis juga pada anak. Bagi bunda yang saat ini sedang berjuang menyapih buah hatinya, semangat ya, semoga Allah mudahkan. Aamiin.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.