Menulis sebagai Self Teraphy

Setiap orang pernah berada di fase terendah entah karena gagal atau kehilangan. Namun tidak semua orang mampu mengelola emosi ketika berada di...

Menulis sebagai Self Teraphy

Pepatah lama bilang," Don't judge a person by its cover." Biasanya hal ini ditujukan saat menilai orang dari penampilan luarnya. Mereka yang kita pikir baik-baik saja, bisa jadi sedang berada di kondisi sebaliknya.

Sebagaimana kita tahu, sebagian orang ekstrovert umumnya mudah mengekspresikan apa saja yang mereka rasa dan alami. Berbeda dengan pribadi introvert. 

Hal apapun akan tersimpan rapat kecuali pada orang yang dianggap tepat. Lalu bagaiman jika tidak ada teman untuk berbagi cerita? Sedangkan kita tahu, memendam perasaan, lebih-lebih rasa marah, kesal, sedih serta energi negatif lain akan berdampak bahaya bagi kesehatan mental. Akumulasi energi negatif yang terus menerus ditahan bisa jadi bom yang membuat siapa pun jadi lepas kontrol.

Jika Anda termasuk pribadi yang demikian, menulis adalah pilihan yang tepat. Melansir dari Hellosehat, menulis selama 15-20 menit dalam 3-5 hari dalam 4 bulan dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi hati.

Hal ini bisa diartikan bahwa dengan menulis, kita jadi lebih mudah mengelola emosi. Karena saat menulis kita fokus mencurahkan apapun pengalaman dalam tulisan. Tentu hal ini membuat kita jadi berhati-hati menuliskan setiap kalimatnya.

Tapi saya tidak bisa menulis. Bagaimana cara menuliskannya? Hal utama yang perlu kita lakukan hanyalah menuliskan apa saja yang kita inginkan. Abaikan perkara teknik maupun alur. Karena yang hendak kita tuliskan adalah mengalihkan pikiran kusut dan energi negatif yang memperburuk mood.

Meski saat menuliskannya membuat kita menangis, teruslah keluarkan apapun hingga perasaan menjadi lega. Sepanjang yang penulis lalui, menulis juga jembatan bagi kita untuk bertransformasi jadi pribadi yang lebih sabar, telaten dan tajam ingatannya.

Hal ini karena kita biasa menuliskan hal apapun setiap hari. Bagaimana jika kita lupa? Ibarat manusia yang butuh makan dan minum, maka absen sehari kita akan ada yang kurang. Begitu juga dengan menulis. Saat kita terbiasa menulis, secara sadar kita menjadi butuh untuk meluangkan waktu.

Lalu di mana seharusnya kita menulis? Banyak media untuk menulis, baik manual seperti menulis pada buku ataupun digital. Hal penting yang harus kita pahami adalah, menulis untuk mentransfer energi negatif menjadi rasa lega bukan untuk validasi ataupun ajang panjat sosial.

Oleh sebab itu, ketika Anda pilih menulis sebagai self teraphy, maka tulislah di ruang yang hanya Anda pembacanya. Hal ini dimaksudkan agar lewat tulisan tersebut kita jadi belajar bahwa pernah jatuh hingga berdiri kembali.

So, masih mau mode tantrum biar diperhatikan orang? Atau mode memendam hingga mencapai ambang batas? Jangan ya, jangan. 

Menulislah agar hati yang sesak menjadi lega. 

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.

NH. Dyanti
NH. Dyanti
18 Oct, 2025

Betul banget

Anda harus masuk untuk membalas komentar.