Salam penulis pemula. Kamu pasti menginginkan bahwa setiap tulisan yang kamu miliki ingin dibaca orang lain. Apalagi sampai diterima penerbit. Baik media online atau offline. Namun, kadang apa yang kita harapkan tidak didapatkan.
Disinilah letak motivasi menulis harus kamu tanamkan terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan untuk menerbitkan satu karyamu.
Karena menjadi penulis bukan hanya persoalan menulis, posting, dan tulisan dibaca orang lain, kemudian mendapat apresiasi berupa tepuk tangan dan pujian.
Lantas bagaimana kalau tulisan kita tidak dibaca?
Bagaimana kalau tulisan ditolak?
Sabar kawan. Inilah persoalan yang setiap penulis rasakan. Menulis bukan hanya soal tulisan diterima pembaca. Tapi, ada waktunya tulisan kita ditolak, tidak dibaca, bahkan tidak dilirik oleh orang lain. Apalagi sama penerbit.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Tenang. Saya akan memberikan solusi ketika tulisan kamu ditolak bahkan diabaikan orang lain.
4 hal yang dilakukan saat tulisanmu ditolak:
Sabar
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar. Sabar kalau karyamu ditolak. Jangan emosi. Apalagi sampai menyalahkan.
Terima saja apa yang seharusnya kamu dapatkan. Usahamu bukan tidak sempurna, bukan tidak baik. Akan tetapi, butuh sedikit perkembangan biar enak dibaca orang lain.
Maka, sabar dan tetap dan teruslah belajar.
Perbanyak lagi membaca
Tulisan yang ditolak dan tidak terbaca bukanlah tulisan yang jelek. Melainkan, tulisan yang butuh perbaikan. Mungkin saja apa yang kamu tulis belum senada dengan apa yang diinginkan penerbit. Mungkin saja tulisanmu belum cocok dengan tema yang diinginkan penerbit. Dan mungkin saja, bahasa yang digunakan belum pas dengan audiens yang dituju.
Maka, kamu perlu bacaan. Butuh referensi yang akan mengarahkan kamu. Agar tulisanmu bisa senada dengan kemauan penerbit.
Feedback
Beranilah untuk meminta pendapat teman tentang tulisanmu sebelum kamu memutuskan untuk diposting atau dikirim. Carilah senior atau mentor yang bisa memberikan penilaian tentang tulisan kamu.
Dari penilain yang kamu dapatkan akan menjadi catatan tersendiri yang bisa diperbaiki.
Dengan cara ini juga kamu bisa belajar hal apa saja yang menjadi kekurangan atas tulisanmu.
Teruslah latihan
Menjadi penulia bukan soal sekali duduk dan menghasilkan karya. Tapi, menulis itu persoalan berkarya sepanjang hari, sepanjang waktu.
Tulisan akan terus berkembang jika kita mau berjuang dan terus berusaha. Jangan karena ditolak sekali kita pun ikut mati. Tidak demikian.
Sekali ditolak. Maka, semangat harus terus dikobarkan dengan terus latihan, latihan, dan latihan.
Kamu bisa melakukan dengan cara membuat jadwal latihan menulis setiap hari. Bisa dimulai dari 5 atau 10 menit setiap hari selama satu minggu.
Kalau lulus satu minggu kamu bisa menambah jadwal sesuai dengan kebutuhan. Maka, kau akan melihat sendiri bagaimana kualitas tulisan kamu beberapa waktu ke depan.
Nah, itulah beberapa tiap yang bisa kamu lakukan jika tulisan kamu ditolak atau tidak dibaca.
Teruslah menulis. Karena, setiap tulisan akan bertemu dengan pembacanya.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.