Menilik perbedaan Program Jokowi dan Prabowo

Menilik perbedaan Program Jokowi dan Prabowo dalam pemerintahan

Menilik perbedaan Program Jokowi dan Prabowo

Setiap Pemimpin atau presiden tentulah memiliki program yang berbeda, Punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari presiden pertama sampai presiden ke-8 pastilah punya program unggulan masing. Pada kesempatan kali ini, saya akan menganalisa perbedaan prioriatas program antara Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto. Meskipun berasal dari satu kubu pada Pemilu 2024 lalu, ternyata pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin dan Prabowo-Gibran berbeda, berikut analisanya : 

1. Jokowi fokus infrastruktur,Prabowo fokus MBG

Perbedaan pertama antara Joko Widodo dan Prabowo adalah soal program unggulannya. Pemerintahan Jokowi selama 10 tahun (2014-2024) fokus pada infrastruktur seperti pembangunan Jalan Tol, Bandara Baru, Proyek Kereta Cepat serta pembangunan IKN sebagai calon ibukota baru. Sementara itu jika kita lihat saat semua program jokowi tersebut tidak lagi prioritas. Bandara baru tidak didirikan karena banyak bandara sepi, IKN juga tidak ditargetkan selesai pada tahun tertentu. Pemerintahan Prabowo saat ini fokus pada program makan bergizi gratis (MBG ) untuk anak- anak di sekolah.

2. Jokowi jor-joran, Prabowo efisiensi

Pemerintahan jokowi yang fokus pada pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pembangunan kereta cepat misalnya. Proyek kerjasama pemerintah dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok meninggalkan hutang triyunan. Proyek ini sebenarnya adalah proyek Jokowi yang dianggap gagal karena pemasukan dari tiket penumpang belum sanggup mengangsur hutang. Banyak pengamat juga menganggap bahwa proyek kereta ini hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat saja. Proyek bandara di era jokowi juga dianggap menghambur-hamburkan uang. Banyak bandara seperti Wirasaba di Kab. Purbalingga, BIJB di Kab. Majalengka yang sepi atau kurang diminati. Sementara itu Proyek Ibukota baru juga menelan biaya lebih. Presiden Jokowi sebelumya memastikan bahwa IKN bisa ditempati sebelum masa jabatannya berakhir. Tapi kenyataannya anggota DPR RI pun masih enggan pindah kesana. Sementara kini Prabowo tidak memprioritaskan proyek tersebut.

Sementara itu Prabowo dalam pemerintahannya cenderung efisiensi (penghematan APBN). Sekilas kebijakan tersebut bagus, tetapi tentu ada sisi negatifnya. Program MBG yang menjadi unggulan Pasangan Prabowo-Gibran juga tak kalah boros APBN. Program ini berjalan hingga saat ini dan memang memberikan efek positif pada anak- anak sekolah tetapi disisi lain, anggaran juga tidak sedikit. Belum lagi efek domino dari program ini, seperti matinya nafkah pemilik kantin sekolah, kesteriral makanan, dan sebera kuat APBN ini bertahan. Efek lain program ini dan program efisiensi juga berdampak pada pemotongan anggaran kementerian dan juga transfer ke Pemerintah daerah sehingga banyak Pemerintah daerah yang tidak sanggup menggaji ASN di instansinya.

3. Jokowi dengan blusukannya, Prabowo dengan pernyataan tegasnya.

Baik Jokowi maupun Prabowo memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Jokowi dengan wajah polosnya bahkan terkadang menjadi bahan bulliyan. Jokowi terkenal dengan bluksukannya, yakni mendekati dan membaur dengan masyarakat. Ini tidak lepas dari pengalamannya sebagai Wali kota Solo (2005-2012), Gubernur DKI (2012-2014) dan 10 tahun sebagai presiden. Sementara itu Prabowo karena berlatar belakang militer tentu memiliki pribadi yang tegas. Seperti penyataannya beberapa waktu lalu dihadapan para korban banjir dan longsor di Pulau Sumatera. "Mau nggak kalau perusak hutan itu kita tangkap". Ketegasannya juga tampak ketika kampanye pilpres beberapa waktu lalu. Pidato Prabowo selalu semangat dan berapi-api.

Dari ketiga perbedaan tadi kita bisa tau apa kelebihan dan kekurangan para pemimpin kita. Mereka tidak ada yang sempurna tetapi mereka juga tidak seburuk yang disangkakam banyak orang. Sekian

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.