Akhir-akhir ini banyak berseliweran di jagat maya tentang perceraian, kekerasan dalam rumah tangga ataupun kabar kurang sedap lainnya yang berasal dari pernikahan. Bahkan pernikahan dianggap sebagai awal dari permasalahan. Jika tidak siap dengan masalah maka jangan menikah. Waduh!!
Padahal, pernikahan adalah ibadah terlama yang dijalani. Banyak taburan pahala di dalamnya. Maka kunci dari pernikahan minim konflik adalah dengan mengilmui pernikahan tersebut. Paham hak dan kewajiban sebagai suami ataupun istri. Tidak hanya menuntut hak, tapi paham kewajibannya juga.
Ada juga yang beranggapan ketika wanita menikah maka akan kehilangan sebagian dari kehidupannya. Kehilangan karirnya, kehilangan circle pertemanan, dan kehilangan- kehilangan yang lainnya. Sehingga muncul kekhawatiran menjalani pernikahan. Dan memutuskan tidak menikah, atau bahkan mirisnya rela menjalani hubungan tanpa status pernikahan.
Sebenarnya pernikahan bukan sesuatu yang menakutkan. Justru banyak kebaikan-kebaikan yang akan kita raih disana. Apa saja?
Pahala. Benar, dalam pernikahan, jika kita meniatkan menikah karena ingin menjaga diri dari zina, ingin mengikuti Sunnah Rasul, insya Allah ini akan bernilai pahala. Bahkan ketika sebelum menikah berpegangan tangan dengan non mahram itu dosa, maka dengan menikah justru berpahala. Asyik, kan?
Menggabungkan 2 keluarga. Pernikahan sebenarnya tidak hanya menggabungkan 2 insan saja. Namun hakikatnya menggabungkan 2 keluarga besar. Maka akan bertambah juga ikatan persaudaraan karena pernikahan ini.
Terjaganya nasab keturunan. Pernikahan yang Allah karuniakan keturunan di dalamnya, maka akan terjaga nasabnya. Ia jelas siapa ayah dan ibunya. Dan jika orangtuanya mendidik anak tersebut dengan baik, insya Allah ia akan menjadi pahala dan investasi akhirat bagi keduanya. Karena salah satu amalan yang tidak terputus berasal dari anak sholih yang mendoakan orangtuanya.
Allah buka pintu rizki. Ya, dengan menikah insya Allah akan dibuka pintu-pintu rizki. Tentunya harus diusahakan bukan dengan berpangku tangan. Karena pernikahan yang sudah didasari dengan pemahaman yang benar, akan menjadikan seseorang paham kewajibannya. Maka ia pun akan berusaha menjemput rizki dengan cara yang ia bisa. Dengan cara yang halal tentunya.
Ketenangan jiwa. Menikah juga akan memberikan ketenangan jiwa. Saling melengkapi dengan pasangan, saling support dalam menghadapi masalah, tentu ini akan menjadi obat dalam jiwa yang rapuh. Rasa tanggung jawab juga akan muncul dengan pernikahan. Bahkan sudah seharusnya, setelah menikah maka sahabat terbaiknya adalah pasangan kita sendiri.
Maka, ketika saat ini kita mendengar sisi negatif dari pernikahan, jangan buru-buru kita menganggap bahwa menikah awal dari masalah. Mari kita cek lagi sejauh mana pasangan tersebut mengilmui pernikahan ini. Sejauh mana memahami hak dan kewajiban sebagai suami dan juga istri.
Dan hal yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Jika komunikasi dengan pasangan baik, insya Allah jalannya bahtera rumah tangga akan baik juga. Namun, jika komunikasi dengan pasangan bermasalah, maka bisa menjadi pemicu munculnya berbagai masalah. So, butuh duduk bareng, ngobrol dari hati ke hati dan juga mau membuka diri.
Begitu indah pernikahan, karena darinya akan didapatkan anak-anak yang akan meneruskan mimpi orangtuanya. Bahkan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini. Masih takut menikah??
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.