Baru-baru ini SDN Griya Bandung Indah, Bandung telah menyelesaikan kegiatan ASAS semester ganjil. Ada hal menarik dari serangkaian penilaian ASAS, salah satunya adalah penilaian mata pelajaran SBDP kelas dua.
Tahun ini semua siswa kelas dua mendapat tugas menari Manuk Dadali. Sebagaimana kita tahu, Manuk Dadali adalah salah satu lagu tradisional khas Jawa Barat. Manuk Dadali yang digambarkan seperti Burung Garuda ini jadi tema khusus untuk penilaian para siswa.
Padahal biasanya kegiatan ASAS hanya seputar menulis dan menjawab soal. Apalagi mata pelajaran SBDP yang seringnya hanya diisi dengan menggambar dan mewarnai. Pada kesempatan ini semua siswa kelas dua diwajibkan menari Manuk Dadali.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan kostum para siswa. Ada banyak kostum yang ditampilkan; baik dari yang high class maupun yang low budget.
Seperti salah satu kelompok yang tampil sederhana namun terkesan elegan dalam balutan kain jarit sebagai outer. Siapapun pasti tak mengira bahwa kain jarit bisa dikreasikan sedemikian rupa; sebagai cardigan, outer, juga bawahan rok.
Penggunaan kain jarit tentu mengingatkan pada kita bahwa motif batik padanya merupakan budaya yang luhur milik bangsa kita.
Dan dari sini penulis jadi terbuka bahwa penggunaan kain jarit yang tepat juga dapat bersaing dengan kostum lain dari persewaan. Yang pastinya hal ini bisa lebih menghemat budget karena hampir semua orang memiliki kain jarit di rumah.
Untuk membuat outer dari kain jarit, Anda bisa mengikatkan kedua ujung kain pada bagian leher. Setelah itu, lipat kain setinggi yang Anda inginkan. Rapikan bagian kanan dan kiri, lalu kaitkan dengan peniti atau jarum pentul agar terikat kencang. Tambahkan obi warna hitam atau warna lain untuk menyempurnakan daerah pinggang.
Penilaian ASAS kali ini membuat para siswa dan orang tua murid saling bekerja sama menghadirkan warna baru dari penggunaan kain jarit sebagai fashion yang bisa diterima semua kalangan.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.