Ibu Rumah Tangga Bisa Produktif dari Rumah

Pepatah lama bilang," apa gunanya sekolah tinggi jika akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga?". Padahal menjadi ibu rumah tangga juga pekerjaan mulia...

Ibu Rumah Tangga Bisa Produktif dari Rumah

Menjadi ibu rumah tangga tidaklah mudah. Apalagi bagi perempuan yang semula berkarir. Rutinitas harian dengan durasi waktu 24 jam terasa tak cukup di mata ibu rumah tangga.

Terkadang hal ini juga menjadi bom yang bisa menguras energi serta emosi para ibu, lebih-lebih jika tidak pandai mengatur waktu atau meluangkan sejenak untuk diri sendiri.

Anggapan bahwa ibu rumah tangga itu tidak perlu mengenyam pendidikan yang tinggi sebetulnya tidak tepat. Justru menjadi ibu rumah tangga perlu berpendidikan agar tidak menua sia-sia oleh rutinitas harian.

Karena di tangan seorang ibulah seorang anak pertama kali mendapat pendidikan. Di tangan seorang ibu juga kenyamanan sebuah rumah tercipta. 

Bukan hanya perkara dapur dan kasur, menjadi ibu rumah tangga juga harus cermat dan tepat dalam mengelola keuangan. Apalagi di jaman yang serba mahal. Lengah sedikit, uang belanja bisa habis dalam hitungan menit.

Jika pasangan kita orang yang memiliki gaji tinggi, tentu masalah ekonomi masih bisa terhindarkan. Berbeda jika pasangan kita berpenghasilan pas-pasan. Tentu selain harus pintar serta cermat, sebagai ibu rumah tangga juga harus jeli membaca peluang.

Di sinilah peran seorang ibu rumah tangga bekerja, yang mana dengan latar belakang pendidikan baik akan sangat berpengaruh di dalamnya.

Jika kita dihadapkan pada gejolak ekonomi yang pas-pasan, tentu butuh asupan lain untuk menopangnya. Sebagai ibu rumah tangga, kita masih bisa berkarya juga produktif tanpa meninggalkan rumah.

Dewasa ini banyak sekali peluang bekerja bagi rumah tangga, mulai dari jenis pekerjaan daring ataupun sebaliknya. Yang paling penting sebelum seorang ibu rumah tangga memutuskan untuk terjun dalam pekerjaan, pastikan untuk membicarakan terlebih dahulu dengan pasangan. Bagaimanapun dalam syariat agama ditekankan bahwa seorang istri wajib meminta izin pada suami untuk perkara apapun. Hal ini penting, selain bernilai positif untuk keberlangsungan komunikasi, obrolan terbuka ini juga menghindari kecurigaan pasangan.

Lalu bagaimana cara memulainya? Pertama, jika kita ingin berpenghasilan tanpa meninggalkan rumah, kita bisa memilih jenis pekerjaan daring. Kita bisa menjadi freelancer. Sekarang ini dunia digital terbuka luas kesempatan untuk meraih cuan sebagai freelancer, baik sebagai penulis lepas ataupun affiliator. Carilah yang sesuai dengan passion dan minat Anda. Yang paling penting, atur waktu agar Anda tidak mengabaikan anak dan juga pekerjaan rumah. Anda bisa memanfaatkan platform seperti Sribu, indobuzz, Nukiskuy atau bahkan affiliator ecommerce sesuai pilihan. 

Namun jika Anda lebih nyaman berpenghasilan non-digital, Anda bisa memilih seperti menitipkan produk pada warung ataupun membuka jasa titip. Hal utama yang harus diperhatikan adalah carilah jenis pekerjaan yang minim modal, syukur-syukur tanpa modal ataupun tanpa harus menyetok barang. Pertimbangan ini penting agar nantinya kita tidak perlu pusing seandainya produk yang kita tawarkan kurang laku di pasaran. Atau Anda bisa juga memanfaatkan ponsel sebagai media untuk memasarkan produk khususnya melalui akses media sosial dan circle pertemanan. Hal menguntungkan dari pilihan ini adalah sisi solidaritas antar teman. Biasanya lebih mudah jika kita menawarkan produk lewat teman, bisa karena selera yang sama ataupun faktor kedekatan.

Apapun pilihan pekerjaan yang akan Anda ambil, pastikan memberi dampak positif. Jangan sampai niat Anda untuk produktif justru mengundang masalah bagi keluarga. Karena pada dasarnya sebanyak apapun nanti cuan yang kita peroleh, jangan sampai membuat kita jadi lebih konsumtif. 

Namun dari semua faktor pendukung di atas, siapkan mental jika apa yang kita harapkan tidak sesuai ekspektasi. Jangan mudah putus asa. Jika kita belum bisa produktif menghasilkan cuan, setidaknya kita tetap berkarya dan berusaha. Karena yang paling penting bagi seorang ibu rumah tangga adalah menjaga kestabilan emosi dan pikiran tanpa banyak tuntutan yang membebani diri sendiri. Dengan begitu tidak ada lagi stigma yang mengganggap bahwa menjadi ibu rumah tangga itu membosankan juga melelahkan.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.