Berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan bahwa 51,7% penduduk Indonesia berusia 3 tahun ke atas mengonsumsi gorengan atau makanan berlemak/ berkolesterol sebanyak 1-6 kali per minggu.
Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dan dikhawatirkan menyebabkan banyak gangguan kesehatan.
Tidak bisa dipungkiri gorengan atau makanan berkolesterol sering kita temui dalam sehari-hari. Ketersediaan yang mudah dan terjangkau menjadi salah satu alasannya. Namun, hal ini justru menjadikannya sebagai menu utama yang wajib hadir. Tak ayal kita jadi mengonsumsinya setiap hari. Padahal konsumsi berlebih dapat menimbulkan banyak penyakit, misalnya kolesterol, hipertensi, serta jantung.
Melansir pada databoks, Prof. Katrin Rosita menyebutkan bahwa konsumsi lebih dari 2 potong gorengan dalam sehari boleh dilakukan "sesekali", tapi bukan setiap hari. Sayangnya, hal ini kerap diabaikan karena selain memiliki rasa yang enak, gorengan juga mudah pengolahannya. Apalagi dinikmati selagi hangat.
Lalu bagaimana cara kita mengurangi konsumsi gorengan berlebih? Anda hanya perlu "puasa" untuk tidak memakannya selama satu bulan. Anda bisa mengganti makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus.
Makanan rebusan memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Selain dapat menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung, makanan rebusan juga meningkatkan detoksifikasi tubuh.
Bila Anda rutin menjalankannya selama sebulan, maka sekali saja Anda memakan gorengan akan muncul rasa bersalah. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pastikan Anda memilih bahan makanan yang kaya serat, vitamin dan mineral seperti sayuran, umbi-umbian dan daging tanpa lemak.
Mudah sekali bukan? Cobalah dan rasakan manfaatnya sekarang juga.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.