Hari Rabu Pon, 23 September 2025 adalah momen bahagia dalam kehidupan keluarga kami. Pada hari tersebut, alhamdulillah, kami dianugrahi anak ke-2, seorang bayi perempuan cantik pada bulan universary ke-7 dari bahtera rumah tangga. Kelahirannya melengkapi kami setelah anak pertama kami berjenis kelamin laki-laki walaupun sejatinya bergander apapun tetaplah anugerah dari Yang Maha Kuasa.
Singkat cerita, Setelah anak pertama kami berusia 5 tahun kami berencana program anak kembali. Alhamdulillah tidak lama berselang, pada awal tahun ini, istri saya hamil. Perjalanan hamil istri saya seperti kebanyakan ibu hamil tidaklah mudah. Lazimnya hamil muda atau trimester pertama, rasa mual, muntah dan tidak nafsu makan kami rasakan. Pada pemeriksaan di lab tahap pertama hemoglobin istri saya 10,8 jauh dari normal sekitar 12. Bahkan istri saya sempat drop hb nya hingga 8,4 pada pemeriksaan kedua. Sebagai suami saya selalu berusaha memberikan suntikan moral, fisik dan spiritual agar istri tetap kuat menjalani hari- hari kehamilannya. Saya kuatkan dan saya tegarkan bahwa hb bisa mudah meningkat jikalau sudah memiliki nafsu makan yang meningkat. Masuk trimester kedua, meskipun mual-mual sudah tidak ada tetapi muncul gatal-gatal di sekujur kulit istri saya dan ketika diperiksakan ke dokter bahwa hal tersebut adalah bawaan bayi yang akan membaik pada trimester ke-3. Dengan pemberian obat dari dokter, alhamdulillah gatal-gatal mulai reda dan berangsur menghilang pada trimester ke-3.
Pada trimester ketiga, ketika gatal- gatal hilang dan nafsu makan meningkat memasuki musim pancaroba. Banyak orang terserang flu termasuk istrinya saya yang hamil tua. Bahkan 4 hari menjelang persalinan, istri saya demam dan batuk -batuk sampai hari H persalinan.
Namun ditengah kepanikan saat istri demam dan batuk, istri mulai merasakan mual sebagai tanda awal persalinan pada jam 3 pagi. Keesokan harinya sekitar pukul 07:00, saya memeriksakan istri ke bidan dan ternyata sudah ada pembukaan satu. Oleh sang bidan disarankan ditunggu di rumah dulu karena menurut kebiasaan setelah pembukaan satu ke pembukan dua itu membutuhkan waktu yang lama. Atas saran dari bidan tersebut, Istri makan dan menenangkan hati sambil prepare barang-barang yang akan dibawa ke fasilitas kesehatan. Namu sekitar jam 10, Mual dam mulas semakin sering dan teratur sampai akhirnya sudah tidak tertahankan. Ketika mau masuk ke mobil untuk dibawa ke Puskesmas sudah tidak mampu berjalan dan diangkat empat orang.
Sesampainya di puskesmas sekitar jam 10:30 ketika dicek, sudah pembukaan 7 dan pada jam 11:20 atau setelah satu jam lebih di puskesmas anak kami yang kedua berhasil dilahirkan melalui persalinan normal. Alhamdulillah
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.