Pada pagi hari, suasana rumah sudah ramai sejak matahari baru naik. Udara masih sejuk dari pepohonan yang bergerak karena angin, sinar matahari menerobos lewat jendela ruang tamu. Uzlah sudah siap dengan baju warna kuning bergaris hitam, kantung bergambar kucing dibawah bajunya, rok coklat kalem, dan hijab biru.
"Uzlah, Sammy, ayo berangkat. Nanti mallnya keburu ramai," panggil Ibu dari ruang tamu rumah. Ibu memakai baju biru polos dengan kerudung biru dan rok abu. Tidak lupa, tas yang sudah disampirkan di lengannya.
Sammy muncul sambil menenteng tas kecil. Ia memakai baju koko batik warna merah dan terlihat ceria, "Aku sudah selesai, Bu!. Ka Uzlah aja yang lama tuh" serunya sambil tersenyum konyol.
Mereka bertiga berjalan ke pangkalan halte untuk naik angkot. Jalanan masih lenggang, beberapa tukang jualan lewat sambil membunyikan belnya. Tak lama, angkot berhenti di depan mereka.
Uzlah duduk di dekat jendela, memperhatikan toko-toko yang baru dibuka dan masih tutup, sementara Sammy sibuk membuka tasnya. Saat turun di Mall, supir angkot bertanya "Bu, itu anak Ibu? Soalnya kayak anak bos" serasa tertawa. Ibu mejawab "Ouh iya, bang mungkin karena bajunya ya" membalas senyuman.
Suasana Mall masih sepi, Uzlah dan Sammy berfoto di depan Masjid yang dibentuk dari margarin karena terlihat unik. Setelah itu, langsung menuju supermarket di dalam Mall untuk berbelanja menggunakan kupon yang mereka dapat dari seseorang. Uzlah tampak senang karena jarang-jarang Ibunya mengajak ke Mall, "Bu, makanan ringan ini boleh ga?" tanyanya sambil mengangkat bungkus keripik singkong. Ibu menjawab, "Boleh, tapi jangan banyak-banyak ya karena masih mau beli buah dan roti."
Sammy memilih susu rasa strawberry, minuman berperisa, dan makanan riangan. Ibu mengambil buah, roti, dan camilan lain. Aroma roti yang menguar di dalam Mall membuat mereka betah disana.
Setelah semua kebutuhan di Mall pertama selesai, mereka memutuskan untuk lanjut ke supermarket lain yang tak terlalu jauh dari rumahnya untuk membeli barang rumah tangga. Mereka naik angkot lagi. Jalanan mulai ramai, tapi angin yang masuk lewat jendela membuat suasana tetap menyenangkan. Uzlah duduk bersandar, memandangi langit yang mulai terik.
Begitu tiba di supermarket kedua, mereka langsung berjalan masuk. Belum sempat melangkah jauh dari pintu masuk, Uzlah tiba-tiba berhenti di depan pintu masuk dan matanya membesar. "Loh, itu kan Ayah!, kok bisa ada disini?" serunya dengan nada penuh semangat. Benar saja, di konter HP dekat pintu masuk, ayah sedang duduk sambil mengobrol dengan penjual.
"AYAH!" teriak Uzlah sambil berlari kecil menghampiri "Ayah lagi apa disini? Kok bisa ketemu?" tanyanya dengan mata penasaran, lalu melirik Ibu yang berdiri di belakang. Ayah menoleh dan menjawab "Ayah lagi benerin Hp soalnya Hp ayah rusak," jawabnya. Sammy ikut mendekat sambil mengangkat kantong belanjaannya. "Ayah, tadi aku beli ini" katanya bangga. Ayah tersenyum "belanjanya banyak banget, beli apa saja?". Sammy pun menyebut barang yang dibeli.
Kemudian, Ibu mengajak mereka ke food court untuk istirahat. Mereka memesan nasi goreng, es jeruk, dan es teh manis. Sambil menunggu pesanan datang, Ibu berkata, "Ayo duduk dulu terus foto. Uzlah disamping kanan, Sammy dibelakang." Mereka pun berfoto bergantian. Uzlah ngambek karena Sammy menjahilinya sambil tertawa-tawa. Ibu pun mengabadikan momen itu dengan ponselnya.
Lucunya, saking serunya bercerita tentang belanja dan pertemuan tak terduga tidak ada satupun foto yang menampilkan ayah dan ibu berdua. Memang tidak ada yang direncanakan tapi disitulah letak bahagianya, yaitu kejutan kecil dan tawa diantara mereka.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.