Awal saya ikut dunia affiliate didasari rasa penasaran karena berjamurnya influencer yang sukses dengan segudang tipsnya. Apalagi awal tahun 2024, beranda Youtube saya dihiasi mimpi-mimpi indah bisa kaya mendadak hanya dengan jadi affiliator. Mereka bilang bahwa jadi affiliator sangat gampang. Asal ikut kelas mereka atau subscribe akun sosial media untuk dapat hidden tipsnya. Setelah saya mengulik dan mencoba sebagian besar saran dari mereka, ternyata banyak juga zonk-nya. Di sini, saya sadar bahwa mereka bisa mendapatkan banyak traffic dan banyak orang yang checkout bukan karena segudang tips yang mereka jabarkan. Akan tetapi, mereka sudah menjadi influencer dari jaman dulu dan otomatis sudah mengetahui seluk beluk menjadi konten kreator. Selain influencer, orang-orang yang kerap berhasil menjadi affiliator kemungkinan orang yang sudah berpengaruh di lingkungannya entah pekerja kantoran, PNS, wiraswasta sukses, dan sebagaimana. Lantas bagaimana dengan orang-orang biasa? Apakah masih bisa mendapatkan uang dari affiliate? Jawabannya bisa tetapi dengan tips dan trik yang tidak sama dengan mereka.
Perlu Riset Produk
Kenapa riset produk harus dilakukan terlebih dahulu? Karena pangsa pasar affiliate sudah sangat besar. Otomatis kalian yang masih mau mencoba perlu taktik, tidak bisa terjun langsung. Contoh untuk affiliator komoditas beauty, seperti kosmetik, hand body, body care, hair care, dan lain-lain sudah sangat jenuh. Artinya sudah banyak influencer bahkan artis yang menjadi affiliator di bidang kosmetik dan konsumen lebih mempercayai review yang mereka berikan dibandingkan dengan orang biasa. Tugas kalian di sini adalah mencari pasar yang masih sepi dan jarang digunakan artis-artis bahkan influencer.
Pilih Produk yang Digunakan Sehari-hari
Kalian harus punya mindset menjadi affiliator adalah pekerjaan sampingan bukan yang utama. Karena affiliator mendapatkan uang dari platform marketplace, yang bisa sewaktu-waktu platform itu bisa berhenti beroperasi. Belum lagi, tidak semua barang bisa laku terjual karena sudah banyak yang jadi affiliator. Jadi, untuk menekan angka kerugian dan kekecewan yang terlalu dalam, pilihlah barang yang kalian pakai saja. Jangan ikut-ikutan membeli barang FOMO karena barang FOMO value penjualannya akan menurun dibandingkan barang yang dibutuhkan sehari-hari.
Cari Tahu Produk yang Dibutuhkan Keluarga atau Teman
Sistem affiliate sebenarnya mempermudah orang lain yang disekitar kita. Ketika kita mengupload video otomatis disediakan voucher potongan harga dan gratis ongkir. Dengan adanya, voucher tersebut akan membantu keluarga atau teman mendapatkan potongan harga lebih banyak dari harga awalnya. Kemudian, share video ke keluarga atau teman yang membutuhkan. Jangan ragu untuk mengajak mereka untuk me-follow akun marketplace kita, siapa tahu ada produk yang ingin mereka beli.
Perhatikan Saran dan Kebijakan yang Ada di Shoppe
Untuk menjadi affiliator yang bisa mendapatkan komisi, kita harus benar-benar memperhatikan detail yg diberikan di marketplace tujuan. Hal ini akan memudahkan video kita untuk mendapatkan traffic di akun tersebut. Misalnya jika di akun shoppe, video harus terang sehingga produk terlihat jelas, merk harus terlihat, dan sebagainya. Jangan sampai kalian melakukan kesalahan fatal, jika terjadi, ada kemungkinan video dihapus bahkan akun shoppe video diblokir.
Jangan Sampai Kehilangan Pemberitahuan Terbaru
Di dunia affiliate, sama seperti dunia konten kreator. Kita tidak bisa pasif dan berdiam diri saja. Informasi dan kebijakan semakin cepat berubah. Sebagai affiliator kita juga harus adaptif dan rajin mencari informasi. Contohnya sering terjadi perubahan komisi yang ada di seller. Kadang dulunya ada seller yang berbaik hati memberi komisi pada affiliator, ternyata seiring berjalannya waktu komisi tersebut bisa juga dicabut tanpa peringatan atau pemberitahuan terlebih dahulu. Jadi, jangan buru-buru menyalahkan kebijakan seller, jika itu terjadi kalian juga bisa kok berhenti mempromosikan dagangannya dengan cara menghapus video kalian.
Lakukan Hidden Tips yang Disarankan
Hidden tips ini sangat berguna untuk menambah traffic di akun shoppe video kalian. Contoh hidden tips yang orang jarang tahu gunakan hastag berwarna orange agar video kalian lebih banyak tanyangan misalnya #diskonracunshoppe, #diskonpersen, dan sebagainya. Untuk bisa mengetahui warna hastag ini, kalian harus riset dengan cara menonton shoppe video orang lain. Ada juga yang menyarankan video kalian harus mempunyai ciri identitas berbeda dengan orang lain. Misalnya orang lain menggunakan latar belakang putih bersih, jika latar belakang kalian juga menggunakan putih bersih, kalian bisa menambahkan pembeda dengan memberikan vas bunga atau buku, dan lain-lain.
Pinjam Barang dari Orang di Sekitar Kalian
Untuk kalian yang kaum mendang-mending dan punya prinsip hidup hemat, kalian bisa meminjam barang keluarga atau teman untuk di video. Hal ini dilakukan untuk menekan pengeluaran. Pastikan juga barang tersebut merupakan barang yang berguna dan diminati banyak orang diluar sana. Atau jika sungkan mau meminjam, kalian bisa videokan barang tersebut ketika sedang digunakan, dengan catatan harus izin terlebih dahulu kepada pemilik. Agar tidak terjadi polemik dikemudian hari.
Gunakan Alat yang Kalian Punya
Dulu waktu saya mau memulai menjadi affiliator, saya sempat overthinking karena kualitas video orang lain sangat bagus. Saya waktu itu tidak punya handphone iphone, lampu-lampu estetik untuk konten, background yang bersih, dan aplikasi edit seperti capcut atau semacamnya. Namun, setelah saya coba-coba, ternyata kita tidak perlu menggunakan itu semua, asalkan produk yang dihasilkan terlihat dengan baik. Saya tetap menghasilkan komisi walaupun dengan handphone android dan cahaya dari matahari.
Mulai Saja Dulu
Yang paling terpenting dari semua tips yang saya tulis adalah mulai saja dulu. Kadang sebagai manusia, kita terlalu banyak berpikir sebelum memulai. Entah mengapa otak kita selalu memberikan sinyal kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi atau rasa cemas yang tiba-tiba datang. Misalnya kalian takut kontennya diketahui teman padahal masih jelek sekali. Memangnya kenapa? Mereka pun jika mengetahui konten kalian, responnya di dalam hatinya pasti cuma "oh, bikin konten", yaudah.
Atau kalian takut semua ini sia-sia? Tidak menghasilkan uang? Atau buang-buang waktu dan tenaga? Tenang saja, tidak ada sesuatu yg sia-sia. Jika kalian belum menghasilkan dari video affiliate, setidaknya kemampuan kalian bertambah. Kemampuan mengambil video, cara berbicara, analisa produk yang bakal terbeli, bahkan lama-lama kalian bisa edit video lho. Yang penting kalian harus konsisten dan gigih, maka tidak ada yang sia-sia. Karena hasil yang baik, diperoleh dari sesuatu yang dilakukan berulang-ulang.
Jadi, kalian tertarik enggak nih jadi affiliator?
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.