Masalah sampah di Indonesia cukup menjadi perhatian serius. Padahal kita semua tahu, kebiasaan membuang sampah sembarangan akan merugikan diri sendiri.
Lebih parah lagi, maraknya penggunaan kemasan makanan yang sulit dihancurkan atau terurai secara alami seperti plastik dan sterofoam ikut menyumbang volume sampah di negara kita. Belum lagi penggunaan diaper sekali pakai.
Hal ini semakin menambah daftar panjang penggunaan sampah anorganik dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu bagaimana solusinya? Ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk mengurangi produksi sampah.
Yang pertama, kita bisa memilah terlebih dahulu jenis sampah yang mudah terurai dan tidak.
Untuk jenis sampah yang mudah terurai atau organik, kita bisa menimbunnya di dalam tanah atau bisa juga menyimpannya pada lubang biopori. Menurut penggagasnya, Dr. Kamir R. Brata, biopori adalah lubang silindris vertikal berdiameter 10 - 15 cm yang dibuat ke dalam tanah untuk meningkatkan daya serap air dan mengolah sampah organik. Lubang ini juga berfungsi ganda sebagai cadangan air tanah serta mengurangi genangan yang berisiko banjir.
Sedangkan untuk sampah anorganik yang sulit terurai, kita bisa membuatnya jadi bahan kerajinan, ecobrick, atau bahkan menitipkannya pada bank sampah.
Sekarang ini sudah banyak bank sampah dan komunitas yang menerima aneka sampah untuk didaur ulang. Bahkan prosesnya dapat diakses lewat ponsel. Kita hanya perlu menyiapkan sampah-sampah anorganik seperti kaleng, plastik, kemasan mie instan, karduz, minyak jelantah, kertas bahkan diaper sekali pakai.
Selain lingkungan jadi bersih, jasa jemput sampah ini juga memberikan keuntungan bagi kita. Misalnya saja jasa jemput sampah Duitin. Kita bisa memesan kapan waktu penjemputan. Selanjutnya sampah yang kita setor akan dihargai per 3kg.
Hal ini berbeda jika kita hanya bergantung pada pemulung. Karena tidak semua sampah mau mereka terima. Berbeda jika kita menggunakan jasa jemput sampah, selain praktis, kita juga dapat menitipkan sampah seperti diaper sekali pakai serta kemasan mie instan.
Lingkungan yang bersih adalah awal untuk hidup sehat. Stop membuang sampah sembarangan. Bantu jaga bumi dengan memilahnya, lalu putuskan bagaimana Anda akan menanganinya.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.