Koreografi "Seksi" dengan Penari Latar Menjadi Sorotan, Terutama Anggota Minor Yoonchae

video koreografi "seksi" mereka yang melibatkan penari latar saat tur menjadi viral

Koreografi "Seksi" dengan Penari Latar Menjadi Sorotan, Terutama Anggota Minor Yoonchae

Grup idola global terbaru, KATSEYE, tengah menjadi perbincangan panas setelah video koreografi "seksi" mereka yang melibatkan penari latar saat tur menjadi viral. Perhatian utama tertuju pada perbedaan perlakuan koreografi untuk anggota yang masih di bawah umur, Yoonchae.

Sejak debut, isu "seksualisasi" terhadap Yoonchae, yang masih seorang minor, telah menjadi kekhawatiran di kalangan penggemar dan warganet. Kontroversi ini kembali memanas setelah klip pertunjukan tur mereka tersebar.

Dalam pertunjukan tersebut, para anggota KATSEYE melakukan koreografi intim dengan penari latar. Namun, yang menarik perhatian adalah adanya perbedaan signifikan pada pasangan menari:

 Anggota Dewasa: Daniela dan Manon terlihat berpasangan dengan penari pria.

 Anggota Minor: Yoonchae, serta anggota termuda lainnya, Lara dan Megan, terlihat berpasangan dengan penari wanita.

Perbedaan ini memicu diskusi luas di kalangan warganet. Banyak yang memuji dan mengapresiasi keputusan agensi untuk memberikan penari wanita kepada ketiga anggota termuda. Mereka menilai langkah ini sebagai upaya sensitif untuk membuat para anggota di bawah umur merasa lebih nyaman, terutama mengingat sifat koreografi yang terbilang cukup intim dan close-contact.

"Keputusan agensi memberikan penari wanita untuk Yoonchae adalah hal yang berkelas dan bijaksana," tulis seorang warganet.

Meskipun ada sebagian kecil penggemar yang berpendapat agar tidak perlu "terlalu melindungi" Yoonchae, mayoritas menyambut baik penyesuaian yang dilakukan agensi. Tindakan ini dianggap menunjukkan pertimbangan terhadap usia anggota dan kesediaan untuk melakukan perubahan demi kenyamanan mereka.

Kontroversi ini menambah daftar perdebatan yang mengelilingi grup tersebut, termasuk isu mengenai kostum panggung mereka yang sebelumnya juga sempat memicu perdebatan sengit tentang "seksualisasi" di industri K-Pop.

NulisKuy adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan tim editor.
Komentar

Silakan login untuk berkomentar.