Di saat sebagian besar penduduk dunia merayakan pergantian tahun pada tanggal 1 Januari berdasarkan kalender Gregorian, ternyata ada beberapa negara dan budaya yang memiliki hitungan sendiri. Bagi mereka, tahun baru jatuh pada tanggal yang berbeda, sering kali mengikuti siklus bulan, musim tanam, atau kalender relijius yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Berikut adalah beberapa negara dan tradisi unik yang merayakan tahun baru di luar tanggal 1 Januari:
1. Tiongkok (Imlek)
Masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek berdasarkan kalender lunar. Biasanya, perayaan ini jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Imlek ditandai dengan festival yang meriah, tradisi mudik terbesar di dunia, serta simbolisme hewan zodiak yang berganti setiap tahunnya.
2. Arab Saudi dan Negara Islam (Tahun Baru Hijriah)
Banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Arab Saudi, memperingati 1 Muharram sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriah. Karena kalender ini berbasis pada peredaran bulan, tanggalnya selalu bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
3. Iran (Nowruz)
Masyarakat Iran dan beberapa negara di Asia Tengah merayakan Nowruz sebagai awal tahun baru. Nowruz jatuh tepat pada saat vernal equinox (awal musim semi), biasanya sekitar tanggal 20 atau 21 Maret. Tradisi ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan melambangkan kelahiran kembali alam semesta.
4. Israel (Rosh Hashanah)
Dalam budaya Yahudi, tahun baru disebut Rosh Hashanah. Perayaan ini biasanya jatuh pada bulan September atau Oktober. Rosh Hashanah adalah waktu untuk doa, refleksi diri, dan menyantap makanan simbolis seperti apel yang dicelupkan ke madu dengan harapan tahun yang manis.
5. Thailand (Songkran)
Meskipun Thailand secara resmi menggunakan kalender Masehi untuk urusan administrasi, tahun baru tradisional mereka, Songkran, dirayakan pada pertengahan April. Songkran identik dengan festival air besar-besaran yang melambangkan pembersihan diri dari nasib buruk tahun lalu.
6. Ethiopia (Enkutatash)
Ethiopia memiliki kalender sendiri yang terdiri dari 13 bulan. Tahun baru mereka, yang disebut Enkutatash, jatuh pada tanggal 11 September (atau 12 September di tahun kabisat). Tanggal ini menandai berakhirnya musim hujan dan mekarnya bunga-bunga kuning di seluruh negeri.
7. India (Diwali atau Ugadi)
Karena keberagaman budayanya, India memiliki beberapa perayaan tahun baru. Beberapa daerah merayakannya saat festival Diwali (festival cahaya), sementara daerah lain seperti Karnataka dan Andhra Pradesh merayakan Ugadi yang jatuh sekitar bulan Maret atau April.
Kesimpulan
Perbedaan tanggal perayaan tahun baru di berbagai negara menunjukkan kekayaan budaya dan perspektif manusia dalam memandang waktu. Meskipun tanggalnya berbeda, esensinya tetap sama: sebuah momen untuk bersyukur atas masa lalu dan menaruh harapan besar pada masa yang akan datang.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.