Kenapa Hujan Sering Jadi Soundtrack Paling Jujur Buat Perasaan?
Hujan dan Kenangan
Setiap tetes hujan seringkali membawa kita kembali pada kenangan yang pernah ada. Entah itu kenangan indah yang bikin senyum tipis muncul tanpa sadar, atau justru kenangan pahit yang bikin dada terasa sesak. Suara hujan yang ritmis seakan jadi latar musik alami, mengiringi memori yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Hujan dan Kesendirian
Buat sebagian orang, hujan identik dengan kesepian. Jalanan yang sepi, langit yang kelabu, dan dingin yang menusuk seringkali terasa seperti menggambarkan hati kita yang sedang kosong. Tapi di balik itu, kesendirian saat hujan juga memberi ruang untuk refleksi, mengingatkan kita pada hal-hal yang mungkin jarang kita pikirkan saat hari cerah.
Hujan dan Doa
Tak jarang, hujan juga jadi momen yang membuat kita ingin berdoa. Ada keheningan yang berbeda, ada suasana yang lebih syahdu. Rintik hujan seakan jadi jeda yang pas untuk bicara dengan diri sendiri—atau bahkan dengan Tuhan.
Jadi, Kenapa Hujan Begitu Jujur?
Karena hujan tak pernah berpura-pura. Ia datang dengan apa adanya kadang deras, kadang rintik, kadang singgah sebentar lalu pergi. Sama seperti perasaan kita yang kadang sulit ditebak. Hujan hanya mengingatkan: bahwa apa yang jatuh, belum tentu hilang. Bisa jadi ia sedang tumbuh di tempat lain, memberi kehidupan yang baru.
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.